
Pertamina Latih Warga Binaan Lapas Balikpapan Kelola Lahan Pertanian
- Pelatihan pengelolaan lahan menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan budidaya melon
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas hasil pertanian bagi warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan, Rabu (24/6).
Program yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.
Pelatihan difokuskan pada teknik regenerasi tanah bekas media tanam agar tetap produktif. Materi tersebut dinilai penting mengingat kondisi lahan di Balikpapan yang memiliki karakteristik tanah kurang subur dan cukup menantang untuk kegiatan budidaya.
Sebanyak 11 warga binaan yang sedang menjalani proses asimilasi mengikuti pelatihan tersebut. Mereka merupakan peserta yang telah menjalani lebih dari separuh masa pidana dan memenuhi persyaratan administratif untuk mengikuti program pembinaan di area SAE.
BACA JUGA:
Pertamina Sepinggan Bantu Petani Kelola Lahan Lebih Produktif - ibukotakini.com
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan program TJSL tidak hanya berorientasi pada kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.
"Program Tanggung Jawab Sosial ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat. Dengan demikian, setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke masyarakat, mereka dapat membentuk komunitas yang produktif serta membuka peluang ekonomi mandiri yang memberikan manfaat positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya," ungkap Edi.
Menurutnya, keterampilan di bidang pertanian menjadi bekal penting agar warga binaan memiliki peluang usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko.
Ia menilai pendampingan Pertamina yang telah berlangsung sejak 2022 memberikan dampak nyata terhadap pengembangan program pembinaan di dalam lapas.
BACA JUGA:
'Hujan Abu' Gegerkan Warga Balikpapan, Pertamina Beri Penjelasan - ibukotakini.com
Awalnya, kolaborasi difokuskan pada pengelolaan limbah. Sejak 2025, pendampingan diperluas ke sektor pertanian sebagai bagian dari pengembangan kawasan SAE.
"Kami sangat berterima kasih atas pendampingan berkelanjutan dari Pertamina. Salah satu bentuk dukungan yang sangat membanggakan adalah pembangunan fasilitas greenhouse berukuran 22 x 11 meter di area SAE ini. Melalui fasilitas tersebut, kami bersama warga binaan berhasil melaksanakan panen raya perdana melon dengan hasil panen terbesar mencapai sekitar 400 kilogram," kata Moko.
Saat ini kawasan SAE Lapas Kelas IIA Balikpapan seluas sekitar 7.000 meter persegi telah dikembangkan menjadi pusat pembinaan berbasis pertanian terpadu. Berbagai komoditas hortikultura seperti melon, kangkung, sawi, cabai, dan pisang dibudidayakan berdampingan dengan sektor perikanan dan peternakan ayam.
Pelatihan pengelolaan lahan menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan budidaya melon yang rentan terhadap serangan hama sekaligus mengoptimalkan lahan tidur sekitar seperempat hektare di kawasan tersebut.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pertamina juga menyalurkan berbagai sarana produksi pertanian, mulai dari mesin sprayer tanaman, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, hingga ember penampungan untuk proses fermentasi pupuk. ***
