
Pertamina Panen Perdana Ikan Papuyuh di Balikpapan
- Panen dilaksanakan di demplot KAWAN PATRA KM 21 Karang Joang dengan melibatkan 16 petani perempuan KWT Daun Sop Ceria dan tiga pemuda pembudidaya ikan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan melaksanakan panen perdana budidaya ikan papuyuh.
Kegiatan tersebut dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) KAWAN PATRA (Kawasan Taman Edukasi dan Pertanian Terintegrasi) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria di Kelurahan Karang Joang, Rabu (4/2).
Program KAWAN PATRA hadir sebagai respons atas tantangan pertanian lokal yang dihadapkan pada iklim tidak menentu serta keterbatasan sumber air.
Melalui pendekatan pertanian dan perikanan terintegrasi, masyarakat didorong mengelola potensi lokal secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Panen dilaksanakan di demplot KAWAN PATRA KM 21 Karang Joang dengan melibatkan 16 petani perempuan KWT Daun Sop Ceria dan tiga pemuda pembudidaya ikan.
Kegiatan ini mendapat pendampingan Balai Penyuluhan Pertanian Karang Joang serta dihadiri Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan.
BACA JUGA:
Pertamina RU V Gelar Lomba CLSR, Budayakan K3 - ibukotakini.com
Sebanyak 3.000 bibit ikan papuyuh dibudidayakan sejak Juli 2025. Pada panen perdana, dari 1.000 bibit berhasil dipanen sekitar 30 kilogram ikan papuyuh.
Selain perikanan, KAWAN PATRA juga mengembangkan hortikultura dengan 200 pohon buah naga yang menghasilkan panen sekitar 300 kilogram. Budidaya ikan papuyuh ini tercatat sebagai yang pertama di Kota Balikpapan.
Anggota KWT Daun Sop Ceria, Sanati, mengatakan program CSR Pertamina membawa perubahan nyata bagi kelompoknya, terutama dalam peningkatan hasil dan ketersediaan pangan.
“Sejak ada program CSR dari Pertamina, hasil tanam kami lebih pasti. Panen bisa rutin, buah-buahan juga berlimpah, dan ini sangat membantu perekonomian ibu-ibu KWT,” tandasnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menyebut KAWAN PATRA merupakan wujud komitmen perusahaan mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Ikan papuyuh adalah ikan endemik Kalimantan bernilai ekonomi tinggi, sementara buah naga relatif tahan perubahan cuaca. Keduanya kami dorong dengan inovasi teknologi, efisiensi air, dan pendampingan berkelanjutan,” katanya. ***
