
Perusahaan Pelayaran di Samarinda Jajaki IPO, Investor Tembus 400 Ribu
- Jumlah Investor Pasar Modal asal Kaltim 400 Ribu
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Minat perusahaan di Kalimantan Timur untuk melantai di pasar modal masih cukup tinggi pada 2026.
Di tengah dinamika pasar dan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah perusahaan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih dalam proses menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Ferdinan Sihombing, mengatakan saat ini terdapat sejumlah perusahaan yang sedang menjajaki langkah go public.
“Memang bisa kita lihat di 2026 ini masih on process. Banyak perusahaan yang berminat untuk go public. Kalau untuk Kalimantan sendiri, khususnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di wilayah kantor perwakilan kita, ada satu perusahaan dari Samarinda yang berminat. Untuk ke depannya kita masih menunggu perkembangan, apalagi di situasi geopolitik sekarang,” ujarnya.
Menurut Ferdinan, beberapa perusahaan di Samarinda telah menunjukkan ketertarikan untuk masuk ke bursa.
Namun, BEI belum dapat mengungkap identitas perusahaan-perusahaan tersebut kepada publik.
“Di Samarinda ada beberapa perusahaan yang menjajaki masuk bursa. Kami belum bisa sebut namanya, tetapi ada perusahaan-perusahaan dari bidang pelayaran yang sebelumnya sudah mengikuti sosialisasi yang kami lakukan,” katanya.
Investor Pasar Modal Kaltim Tumbuh 66 Persen
Di sisi lain, pertumbuhan investor pasar modal di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif meskipun IHSG masih mengalami tekanan.
Berdasarkan data hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Timur mencapai sekitar 400 ribu investor, atau tumbuh sekitar 66 persen secara year on year (YoY).
“Walaupun di tengah IHSG yang sedang mengalami penurunan, sampai saat ini peningkatan jumlah investor cukup pesat. Data terakhir sampai bulan April secara year on year tumbuh sekitar 66 persen. Jumlah investor pasar modal di Kalimantan Timur sudah sekitar 400 ribuan,” ungkap Ferdinan.
Pertumbuhan investor tersebut didominasi kelompok usia muda. Investor berusia di bawah 30 tahun menjadi kontributor terbesar dari sisi jumlah investor baru yang masuk ke pasar modal.
Menurut Ferdinan, tingginya partisipasi generasi muda tidak lepas dari berbagai program edukasi yang rutin dilakukan BEI di lingkungan perguruan tinggi.
“Kalau dilihat dari usia, investor yang berusia 30 tahun ke bawah masih sangat dominan pertumbuhannya. Kami sering mengadakan edukasi di kampus-kampus sehingga investor muda menjadi salah satu penyumbang terbesar dari sisi jumlah,” jelasnya.
Meski demikian, dari sisi nilai investasi atau value transaksi, investor yang berusia di atas 40 tahun masih mendominasi.
BEI Perkuat Literasi Melalui 25 Galeri Investasi
Untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal, BEI Kaltim-Kaltara saat ini memiliki sekitar 25 Galeri Investasi yang tersebar di berbagai institusi pendidikan maupun perusahaan.
Galeri investasi tersebut berada di kampus, sekolah menengah atas (SMA), hingga lingkungan perusahaan. Salah satunya berada di lingkungan PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA).
Selain itu, BEI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah untuk memperkenalkan pasar modal kepada siswa sejak usia dini, termasuk di SMA Negeri 5 Balikpapan.
Ferdinan menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah investor baru, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.
“Tujuannya bukan semata-mata untuk inklusi, tetapi juga untuk meningkatkan literasi pasar modal kepada siswa, guru, bahkan orang tua murid,” katanya.
Dengan pertumbuhan investor yang terus meningkat dan semakin banyaknya perusahaan yang menjajaki IPO, pasar modal di Kalimantan Timur dinilai memiliki prospek yang tetap menarik meskipun menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global.***
