Sejak pendiriannya pada tahun 1994, FAP Agri telah mengelola kebun Kelapa Sawit seluas lebih dari 110 ribu hektar di Kalimantan Utara, Timur, dan Riau.
Tren

Perusahaan Sawit Kaltim Ungkap Dampak Karhutla

  • Tingkatkan Upaya Pencegahan Karhutla
Tren
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM — Perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Timur buka suara terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi. Salah satunya PT FAP Agri Tbk. 

Emiten dengan kode FAPA itu memiliki sejumlah anak usaha di Kalimantan Timur itu memastikan kegiatan panen, pengangkutan tandan buah segar (TBS), dan pengolahan di pabrik kelapa sawit tetap berjalan normal.

Penjelasan tersebut disampaikan FAP Agri dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 15 Oktober 2026, menyusul permintaan klarifikasi mengenai peningkatan kejadian karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kejadian karhutla tidak berdampak terhadap kegiatan operasional Perseroan dan entitas anak. Kegiatan pemanenan, pengangkutan TBS, dan pengolahan pada pabrik kelapa sawit entitas anak tetap berjalan normal. Dengan demikian, tidak ada dampak terhadap target produksi Perseroan tahun 2026,” kata Direktur sekaligus Corporate Secretary, Henryzal M Panjaitan.

BACA JUGA:

Kaltim Darurat Karhutla! 8.713 Hektar Lahan Hangus - ibukotakini.com

Henryzal M Panjaitan menyatakan hingga saat ini tidak terdapat kerusakan material pada tanaman perkebunan maupun aset tetap akibat karhutla. Arus kas perusahaan, baik dari aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan, disebut tidak terdampak.

Selain itu, FAP Agri memastikan tidak ada penghentian operasional di luar rencana (unplanned shutdown) akibat karhutla di lokasi maupun lahan operasional anak usahanya.

Operasi FAP Agri di Kaltim Sumbang 41,63 Persen Pendapatan

Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam bisnis FAP Agri. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang belum diaudit per 30 Juni 2026, operasi di Kaltim menyumbang 41,63 persen terhadap pendapatan neto konsolidasian dan 34,50 persen terhadap produksi TBS perusahaan.

Operasi tersebut dijalankan melalui empat anak usaha, yakni PT Borneo Bhakti Sejahtera (BBS), PT Marsam Citra Adiperkasa (MCA), dan PT Setia Agro Utama (SAU) di Kabupaten Mahakam Ulu, serta PT Ketapang Hijau Lestari (KPL) di Kabupaten Kutai Barat.

BACA JUGA:

PT MAHA, Kontraktor Tambang di Paser Buka Suara Dampak Karhutla Kaltim - ibukotakini.com

Secara keseluruhan, FAP Agri mengoperasikan bisnis perkebunan kelapa sawit, pengolahan, dan perdagangan hasil perkebunan melalui anak usaha di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan DKI Jakarta.

Kalimantan Utara menjadi kontributor terbesar dengan porsi 52,26 persen terhadap pendapatan neto konsolidasian dan 61,91 persen terhadap produksi TBS. Adapun Riau dan Jakarta menyumbang masing-masing 6,11 persen terhadap pendapatan dan 3,59 persen terhadap produksi TBS.

Besarnya kontribusi operasi Kaltim membuat keberlanjutan kegiatan perkebunan di wilayah tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis perusahaan.

FAP Agri Tingkatkan Upaya Pencegahan Karhutla

Untuk mengantisipasi risiko kebakaran, FAP Agri menyatakan menerapkan kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar (Zero Burning Policy) serta kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) yang diterbitkan sejak 2019.

BACA JUGA:

Hari Pertama Sekolah di Balikpapan Pembelajaran Jarak jauh, Akibat Kabut Asap - ibukotakini.com

Kebijakan tersebut diterapkan dalam kegiatan perusahaan dan disosialisasikan kepada petani pemasok.

"Dalam upaya pencegahan, perusahaan memantau indikasi titik panas melalui aplikasi pemantauan, citra satelit, drone, dan patroli lapangan. FAP Agri juga menyiapkan menara pengawas, peralatan pemadam kebakaran, tim tanggap darurat, serta sekat bakar di area berisiko, terang Henryzal M Panjaitan.

Perusahaan turut mengadakan pelatihan dan simulasi penanggulangan karhutla, antara lain melalui kerja sama dengan Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Apabila terindikasi terjadi kebakaran, perusahaan menyatakan akan melakukan verifikasi lapangan, mengaktifkan tim tanggap darurat, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta mengamankan dan mengevakuasi pekerja maupun masyarakat jika keselamatan mereka terancam.

BACA JUGA:

Kepala BNPB Lapor Presiden, Kebakaran Hutan Tinggal 639 Hektare - ibukotakini.com

Untuk jangka panjang, FAP Agri berencana mengembangkan sistem peringatan dini otomatis berbasis sensor dan sistem informasi geografis (GIS), membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait.

Tidak Ada Proses Hukum Terkait Karhutla

Henryzal M Panjaitan juga memastikan hingga 15 Oktober 2026 perusahaan maupun anak usahanya tidak sedang menghadapi proses hukum atau sanksi administratif terkait karhutla.

“Kami akan terus memantau perkembangan karhutla dan mengevaluasi potensi dampaknya terhadap operasional, kinerja keuangan, serta kelangsungan usaha perusahaan,” pungkasnya.***