Peserta JKN Capai 285 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Gencarkan Budaya Hidup Sehat
Tren

Peserta JKN Capai 285 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Gencarkan Budaya Hidup Sehat

  • BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama di seluruh Indonesia
Tren
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin mendekati cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC). 

Per 1 Juni 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau mencakup lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. 

Pencapaian tersebut diperkuat oleh jaringan layanan yang terus meluas sehingga masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan di berbagai daerah. 

Hingga saat ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama di seluruh Indonesia. 

Infrastruktur layanan tersebut menjadi tulang punggung dalam memastikan peserta JKN memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata. 

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan keberhasilan Program JKN bukan semata-mata diukur dari besarnya jumlah peserta maupun luasnya jaringan fasilitas kesehatan. 

Lebih dari itu, keberhasilan program juga ditentukan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sebelum jatuh sakit.

BACA JUGA:

Penyakit Kardiovaskular Melonjak, RSKD Hadirkan Pusat Layanan Jantung - ibukotakini.com

"Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, kami tidak hanya berupaya memberikan perlindungan kesehatan saat masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif," terang Prihati saat kegiatan Health Fun Run dalam rangka HUT ke-58 BPJS Kesehatan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6). 

Menurut Prihati, tantangan terbesar sektor kesehatan saat ini adalah meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang mulai banyak menyerang usia produktif. Karena itu, BPJS Kesehatan terus mengintensifkan berbagai program promotif dan preventif untuk menekan risiko penyakit sejak dini.

Sepanjang 2025, lebih dari 79 juta peserta JKN telah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan. Hasilnya menunjukkan sekitar 23 juta peserta memiliki risiko hipertensi dan 17 juta peserta berisiko menderita diabetes melitus. 

Data tersebut diperkuat dengan temuan bahwa pada kelompok usia di bawah 45 tahun terdapat lebih dari 400 ribu peserta JKN yang telah didiagnosis diabetes melitus dan lebih dari satu juta peserta didiagnosis hipertensi. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit kronis kini tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia.

BACA JUGA:

Dalam 5 Bulan, BPJS Kesehatan Bayar Rp634 Miliar, Iuran Hanya Rp426 M - ibukotakini.com

"BPJS Kesehatan juga terus mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat, di antaranya melalui Prolanis Muda, Skrining Riwayat Kesehatan, serta edukasi kesehatan. Kegiatan Health Fun Run hari ini menjadi salah satu sarana untuk mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dilakukan secara berkelanjutan," kata Prihati. 

Ia berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang sehat dan produktif, semakin kuat pula keberlanjutan Program JKN sebagai sistem jaminan kesehatan nasional.

Prihati menambahkan, penguatan budaya hidup sehat juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai semangat gotong royong menjadi fondasi utama Program JKN. 

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan Ajak Warga Cegah Penyakit Sejak Dini - ibukotakini.com

“Peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, sedangkan peserta yang mampu turut menopang pembiayaan peserta yang kurang mampu sehingga seluruh masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan,” tandasnya. 

Raffi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menunda menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga kesehatan sejak dini.

"Sehat itu mahal, jadi kita harus jaga kesehatan sejak dini," ujarnya. ***