Peta terbaru rencana kereta api Kaltim memuat 21 jalur, dari Samarinda dan Maloy hingga Mahakam Ulu serta perbatasan Kalbar. (Foto: Ilustrasi)
Tren

Peta Terbaru Kereta Trans-Kalimantan di Kaltim: 21 Rute Masuk Rencana Induk

  • Tembus Mahakam Ulu hingga Perbatasan Kalbar
Tren
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM — Pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Timur masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025-2029. 

Peta terbaru yang dipaparkan dalam Konsultasi Publik Pertama Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur memuat 21 rencana jalur kereta api, mulai dari Tabang, Samarinda, Tenggarong, kawasan industri Maloy, hingga Mahakam Ulu dan perbatasan Kalimantan Barat.

Konsultasi Publik Pertama itu berlangsung di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (8/10/2026).

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni menampilkan peta rencana jaringan kereta api yang merujuk pada Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 60 Tahun 2025 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Tahun 2024–2043. 

BACA JUGA:

Revisi RTRW Kaltim Dimulai, Kawasan IKN Masuk Arah Pengembangan Ekonomi - ibukotakini.com

Selain itu, ditampilkan rencana jaringan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2128 Tahun 2018 juncto Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.

Rangkaian rute tersebut memperlihatkan arah pengembangan perkeretaapian yang tidak hanya menghubungkan pusat-pusat perkotaan, tetapi juga kawasan industri, pelabuhan, bandara, wilayah pedalaman, serta perbatasan antarprovinsi.

Meski demikian, pencantuman jalur dalam peta rencana induk dan materi revisi RTRW tidak berarti seluruh jalur telah disetujui untuk dibangun atau memasuki tahap konstruksi. 

Realisasinya masih memerlukan perencanaan teknis, penetapan trase, kajian kelayakan, serta kepastian pendanaan.

BACA JUGA:

China Incar Proyek Kereta Api Trans-Kalimantan 2.772 Km - ibukotakini.com

“Peninjauan kembali atau revisi ini tidak lepas dari mandatori RPJMN. Karena melalui revisi ini kita akan menghubungkan konektivitas, hilirisasi dan memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan baik di daerah,” kata Sri Wahyuni.

Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri tengah menyelaraskan revisi RTRW dengan kebutuhan konektivitas, investasi, perkembangan wilayah, dan arah pembangunan jangka panjang.

21 rencana jalur kereta api di Kalimantan Timur

Berdasarkan daftar rute dalam materi revisi RTRW yang dipaparkan, berikut 21 jalur yang tercantum dalam lampiran Rencana Induk Perkeretaapian Kaltim 2024–2043.

Jaringan kereta api Trans Kalimantan berdasarkan keputusan Menteri Perbuhubngan dan Peraturan Gubernur Kaltim.  (Sumber: Adpimprov)

1. Koridor pedalaman dan Mahakam Ulu

Mengarahkan konektivitas menuju kawasan tengah dan hulu Kalimantan Timur.

  • Melak–Mamahak
  • Tabang–Mamahak
  • Mamahak–Long Melaham
  • Long Melam–Long Bagun
  • Long Bagun–Long Pahangai
  • Long Pahangai–batas Kalimantan Timur–Kalimantan Barat
  • Kota Bangun–Melak
  • Kota Bangun–Melak (tercantum kembali dalam daftar)

2. Koridor Kutai Kartanegara dan kawasan utara

  • Tabang–Pelabuhan Santan–Bontang
  • APT Pranoto Samarinda–Tenggarong
  • Tenggarong–Kota Bangun
  • Kembang Janggut–Tabang
  • Kota Bangun–Kembang Janggut
  • Tabang (percabangan)–Sangatta
  • Sangasanga–Muara Jawa

3. Koridor industri, pelabuhan dan pesisir

  • Tanah Grogot–Bandara Rantau Panjang–Pelabuhan Pondong
  • Sepaso–Sangatta–Lubuktutung
  • Lubuktutung–KEK Maloy
  • KEK Maloy–Talisayan
  • Talisayan–Tanjung Redeb
  • Tanjung Redeb–Tanjung Batu

Peta rencana juga mencakup 17 koridor lainnya

Selain daftar 21 jalur, materi tersebut menampilkan bagian bertajuk Peta SHP yang memuat 17 rencana jalur atau segmen, antara lain:

  • Kota Bangun–Kembang Janggut.
  • Kutai Barat–Kalimantan Barat.
  • Kutai Barat–Kalimantan Selatan.
  • Maloy–Talisayan.
  • Samarinda–Tenggarong.
  • Sangatta–Maloy Segmen 1 dan Segmen 2.
  • Sendawar, Kutai Barat–Tenggarong, Kutai Kartanegara.
  • Tabang–Sangatta.
  • Tabang–Santan Segmen 1 dan Segmen 2.
  • Talisayan–Tanjung Redeb.
  • Ujoh Bilang–Tabang.
  • Ujoh Bilang–Sendawar, Kutai Barat.
  • Paser–Batulicin.
  • Sendawar–Kota Bangun.
  • Tabang–Kembang Janggut–Kutai Kartanegara.
  • Tanah Grogot–Rantau Panjang–Pondong.

Daftar ini merupakan nomenklatur pada peta lampiran. Beberapa koridor beririsan atau memiliki nama serupa dengan daftar sebelumnya sehingga jumlah rute unik tidak dapat langsung disimpulkan dengan menjumlahkan kedua daftar.

Maloy, Bontang hingga Sangatta masuk dalam rencana konektivitas

Salah satu aspek penting dari peta tersebut adalah rencana jalur yang menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan dengan pusat-pusat produksi di pedalaman.

BACA JUGA:

Alasan Kenapa Kereta Api Harus Ada di Kalimantan - ibukotakini.com

Koridor Tabang–Pelabuhan Santan–Bontang, misalnya, memperlihatkan arah perencanaan konektivitas dari wilayah pedalaman menuju kawasan pesisir. Sementara itu, rute Sangatta–Maloy dan Maloy–Talisayan tercantum dalam rencana jaringan yang berkaitan dengan kawasan industri dan wilayah pesisir timur Kaltim.

Di sisi lain, jalur Samarinda–Tenggarong dan Tenggarong–Kota Bangun memperlihatkan rencana konektivitas antarpusat kegiatan di kawasan tengah provinsi.

Rencana jalur yang mengarah ke Mahakam Ulu juga menonjol karena mencantumkan koridor Mamahak–Long Melaham, Long Melam–Long Bagun, Long Bagun–Long Pahangai, hingga perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Koridor-koridor tersebut menunjukkan bahwa perencanaan jaringan kereta api tidak terbatas pada wilayah perkotaan atau kawasan industri pesisir. Wilayah pedalaman dan perbatasan juga muncul dalam peta rencana.***