
PGAS Kantongi Potensi Kontrak LNG Rp25 Triliun, Pasokan Dimulai 2029
- Libatkan Pertagas Niaga dan Perta Arun Gas
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengumumkan potensi kontrak pembelian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dengan estimasi nilai mencapai USD 1,55 miliar atau sekitar Rp25 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis 29 Oktober 2026, PGAS menyebut nilai transaksi diperkirakan mencapai USD 1.547.793.870.
Corporate Secretary PGAS Fajriyah Usman menyebut kesepakatan ini berkaitan dengan potensi penjualan LNG North Hub kepada PGN dan/atau afiliasinya untuk periode pengiriman mulai 2029 hingga 31 Desember 2037. Perjanjian tersebut juga menyediakan opsi perpanjangan hingga 31 Desember 2038.
“Kesepakatan tersebut berpotensi menambah portofolio pasokan gas jangka panjang perusahaan sekaligus mendukung kebutuhan gas bumi untuk kegiatan niaga yang bersumber dari LNG,” terang Fajriyah.
BACA JUGA:
PGN Libatkan Pertagas Niaga dan Perta Arun Gas
Lebih lanjut Fajriyah menerangkan bahwa Transaksi LNG North Hub ini melibatkan PGN, PT Pertagas Niaga, dan PT Perta Arun Gas sebagai pihak pembeli.
Sementara itu, pihak penjual terdiri atas PT Pertamina (Persero), Searah North Ganal Limited, Searah North Ganal B.V., Eni North Ganal B.V., Searah Rapak Deepwater Ltd., Searah Rapak Limited, Eni Rapak B.V., Searah Ganal Deepwater Ltd., Searah Ganal Limited, Eni Ganal B.V., Tiptop Ganal Limited, dan Tiptop Rapak Limited.
“Objek transaksi tersebut tertuang dalam perjanjian LNG Sales and Purchase Agreement North Hub LNG,” ungkapnya.
Fajriyah menyampaikan bahwa kesepakatan ini masih berkaitan dengan potensi penjualan LNG, sehingga nilai transaksi yang diumumkan merupakan estimasi. Keterbukaan informasi tersebut belum merinci volume LNG yang akan dibeli, harga per unit, maupun skema pembayaran.
BACA JUGA:
Tak Perlu Muter Kementerian, Bahlil Siapkan Izin Migas Satu Pintu - ibukotakini.com
Pasokan LNG Jangka Panjang Jadi Fokus
Bagi PGN, kesepakatan ini berpotensi menjadi bagian dari strategi pengelolaan pasokan gas jangka panjang untuk mendukung bisnis niaga gas bumi.
Dengan periode pengiriman yang direncanakan mulai 2029, pasokan LNG North Hub tersebut memiliki rentang kontrak hingga sembilan tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun tambahan sampai akhir 2038.
Meski demikian, dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut, PGN belum menguraikan secara terperinci dampak finansial transaksi terhadap pendapatan, laba, maupun kinerja keuangan perusahaan.
Informasi mengenai volume pasokan, harga LNG, dan realisasi nilai kontrak juga belum dijelaskan dalam laporan yang disampaikan kepada OJK.***
BACA JUGA:
Laba Elnusa (ELSA) Melonjak 29% Jadi Rp681,5 Miliar - ibukotakini.com
