
PHK Tambang Kaltim Meluas, FKLPI Bantu Pekerja Beralih ke Keahlian Baru
- Pelatihan BLK hingga Program Magang
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong perhatian terhadap nasib pekerja. Terutama mereka yang masih berstatus pemula dan belum memiliki keterampilan untuk beralih ke sektor pekerjaan lain.
Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja Industri (FKLPI) Kaltim, Giman Santoso, mengatakan pihaknya siap membantu pekerja terdampak PHK untuk mendapatkan keterampilan baru melalui pelatihan kerja maupun wirausaha.
Menurut dia, pelatihan penting agar pekerja memiliki keterampilan baru sehingga tidak kehilangan arah setelah keluar dari industri pertambangan.
“Kalau untuk (pekerja tambang) pemula ini perlu kita pikirkan karena jumlahnya sangat besar,” kata Giman, Senin (10/8/2026).
BACA JUGA:
Harga Nikel dan Produksi Naik, Laba PT Vale (INCO) Terkerek 39 Persen - ibukotakini.com
Giman mengatakan pemerintah telah memperluas program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Materi pelatihan dapat disesuaikan dengan keterampilan, minat peserta, sekaligus kebutuhan dunia kerja.
Beberapa bidang keterampilan yang dinilai dapat menjadi pilihan bagi pekerja terdampak PHK antara lain otomotif, perbaikan sepeda motor, teknisi pendingin ruangan (AC), hingga kelistrikan.
Menurut Giman, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi pekerja untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lapangan kerja di sektor pertambangan.
Bisa Jadi Wirausaha
Selain diarahkan mengikuti pelatihan, pekerja yang telah memiliki pengalaman di sektor pertambangan juga dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan usaha sendiri.
“Kalau sudah settle orang tambang itu kami ajak wirausaha lebih gede,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kontrak dengan Berau Coal Berakhir, Pendapatan BUMA Turun - ibukotakini.com
Giman mencontohkan sektor properti dan pembangunan perumahan sebagai salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan pekerja berpengalaman dari industri tambang.
Menurutnya, pendekatan terhadap pekerja berpengalaman tentu berbeda dengan pekerja pemula.
Pekerja pemula, kata dia, lebih membutuhkan keterampilan dasar dan pengalaman kerja sebelum diarahkan untuk memasuki dunia usaha maupun industri.
Di sinilah peran FKPLI Kaltim. Yakni membantu calon pencari kerja mendapatkan keterampilan, mengakses pelatihan, hingga memperoleh pengalaman melalui program pemagangan.
FKLPI Dorong Sinergi Apindo Kaltim dan BLK
Untuk memperluas akses pelatihan bagi pekerja yang terkena PHK, Giman mendorong adanya kerja sama antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, perusahaan, dan BLK.
Menurut dia, perusahaan dapat membantu menyediakan data pekerja yang terkena PHK. Data tersebut kemudian diverifikasi berdasarkan jumlah pekerja dan bidang keterampilan yang dibutuhkan.
“Kalau ada kerja sama dengan Apindo, saya pikir lebih bagus juga,” katanya.
Melalui skema tersebut, pekerja terdampak PHK tidak harus mendaftar secara individual. Perusahaan bersama Apindo dapat mengidentifikasi calon peserta, kemudian memfasilitasi mereka mengikuti pelatihan di BLK.
BACA JUGA:
Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Jadi Rp2,599 Juta per Gram - ibukotakini.com
“Dari Apindo Kaltim nanti bisa menghubungi perusahaan-perusahaan, misalkan berapa orang yang di-PHK, kemudian betul-betul ada kontak personnya dan namanya, sehingga nanti kita undang, kita fasilitasi bisa latihan di BLK,” jelas Giman.
Menurut dia, mekanisme tersebut akan lebih efektif jika jumlah calon peserta cukup banyak. Sementara masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan secara mandiri tetap dapat mendaftarkan diri melalui laman BLK.
Pelatihan BLK hingga Program Magang
Giman menjelaskan, durasi pelatihan menyesuaikan program yang tersedia. Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, sejumlah program pelatihan saat ini berlangsung sekitar tiga bulan.
Selain pelatihan, tersedia pula program pemagangan di industri.
Menurut Giman, pemagangan menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman menghadapi kondisi pekerjaan secara langsung.
BACA JUGA:
SINI Ungkap Target Produksi Batu Bara dan Overburden Dua Tambang - ibukotakini.com
Durasi pemagangan berlangsung selama satu bulan. “Kalau hanya sebentar, pengetahuan di lapangan kurang begitu,” ujarnya.
Untuk pelatihan, kapasitas satu kelas berkisar 26 hingga 30 peserta. Program tersebut dibuka secara bertahap sesuai ketersediaan kelas dan minat masyarakat.
FKLPI juga memiliki peran dalam membantu menghubungkan calon pencari kerja dengan dunia industri, termasuk melalui akses pelatihan dan pemagangan.
Giman mengatakan lembaganya tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membantu menghantarkan calon pencari kerja untuk mendapatkan akses ke dunia kerja serta mencari tempat magang yang sesuai.
Program pelatihan BLK, lanjutnya, juga dapat dimanfaatkan kelompok masyarakat yang sudah memiliki aktivitas tetapi membutuhkan sertifikasi maupun peningkatan kompetensi.
BACA JUGA:
Disnaker Kutim Ungkap Hambatan Pengawasan Regulasi Ketenagakerjaan - ibukotakini.com
Ia mencontohkan kelompok Balakar di Samarinda dan Balikpapan yang telah aktif dalam kegiatan sosial, tetapi masih membutuhkan peningkatan kompetensi.
Menurut Giman, pelatihan dan sertifikasi bagi kelompok tersebut dapat menjadi contoh bagaimana BLK menjangkau masyarakat yang membutuhkan keterampilan spesifik.
Karena itu, ia berharap pengusaha ikut berperan membantu pekerja terdampak PHK, terutama dengan menyediakan data dan memfasilitasi mereka agar dapat mengikuti pelatihan.
“Bagaimana para pengusaha itu membantu anak muda,” katanya.
Giman menilai sinergi pemerintah, BLK, Apindo, perusahaan, lembaga pelatihan kerja, dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan pekerja terdampak PHK di Kaltim memiliki pilihan baru.
Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri maupun peluang usaha, pekerja yang kehilangan pekerjaan di sektor pertambangan diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan baru, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri. ***
