PINTU menggandeng Ondo Finance untuk memperluas akses aset tokenisasi.
Bisnis

PINTU Perluas Akses Aset Tokenisasi, Targetkan Ratusan RWA pada 2026

  • Perluas Pilihan Aset Investasi Digital
Bisnis
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM — PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA) melalui kolaborasi dengan Ondo Finance.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi PINTU mengembangkan pilihan investasi aset digital, termasuk saham global, exchange-traded fund (ETF), indeks, hingga komoditas dalam bentuk tokenisasi.

PINTU mencatat jumlah aset tertokenisasi Ondo Finance yang tersedia di platformnya kini telah mencapai hampir 50 token. Jumlah tersebut meningkat dari hanya empat token ketika PINTU mulai mencantumkan aset Ondo pada Desember 2025.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, perusahaan menargetkan jumlah aset tertokenisasi Ondo Finance yang tersedia di platformnya dapat mencapai ratusan aset sepanjang 2026.

“PINTU menargetkan dengan kolaborasi bersama Ondo Finance ini akan membuka daftar aset tertokenisasi Ondo hingga ratusan aset di tahun 2026 ini. Komitmen ini adalah bagian dari visi jangka panjang PINTU membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang komprehensif bagi investor Indonesia,” ujar Andy dalam Pintu VIP Private Media Gathering di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurut Andy, aset tertokenisasi memberikan alternatif bagi investor Indonesia untuk mendapatkan eksposur terhadap berbagai aset global secara fractional. Produk yang tersedia di PINTU mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, ETF dan indeks seperti S&P 500 serta NASDAQ, hingga komoditas seperti emas dan perak.

PINTU menyebut aset tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi dan didenominasi dalam rupiah. Nilai pembelian secara fractional disebut mulai sekitar Rp11.000.

Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi dalam pengembangan aset dunia nyata yang ditokenisasi di kawasan Asia Pasifik.

“Potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar, dan Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik,” kata Rania.

Melalui kolaborasi dengan PINTU, Ondo Finance menghadirkan saham dan ETF global secara on-chain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang diklaim lebih baik.

Kontribusi Trader VIP PINTU

Selain mengembangkan aset tokenisasi, PINTU mengungkap pertumbuhan kontribusi pengguna VIP terhadap aktivitas perdagangan di platformnya.

Berdasarkan data internal PINTU sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume perdagangan di platform. Kontribusinya mencakup lebih dari 40 persen volume perdagangan spot dan lebih dari 30 persen volume perdagangan futures.

Kontribusi pengguna VIP pada layanan Pintu Futures juga meningkat. Pangsa volume perdagangan dari pengguna VIP naik dari lebih dari 20 persen pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35 persen pada Mei 2026.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan PINTU memperkuat layanan bagi trader premium melalui Pintu VIP Private.

Program tersebut ditujukan bagi nasabah dengan volume perdagangan dan aset kelolaan tertentu sesuai kualifikasi internal PINTU. Nasabah dengan status yang setara dari platform aset crypto lain juga dapat dipertimbangkan melalui mekanisme status match.

Anggota VIP Private mendapatkan sejumlah layanan personal, termasuk relationship manager pribadi, promosi eksklusif, serta dukungan prioritas.

Andy mengatakan pengembangan layanan premium dan ekspansi produk aset tokenisasi merupakan bagian dari strategi PINTU untuk memperluas pilihan investasi digital.

“Kami akan terus memperluas kolaborasi seperti ini demi menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan, aman, dan sesuai koridor regulasi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Andy.

PINTU juga mengingatkan bahwa investasi aset crypto dan aset tertokenisasi memiliki risiko tinggi serta volatilitas yang signifikan. Investor diminta memahami karakteristik dan profil risiko produk sebelum mengambil keputusan investasi.***