Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik
Kabar Ibu Kota

Pj Gubernur Akmal Malik Akselerasi Pemetaan 841 Desa di Kaltim

  • Data desa presisi dapat menjadi solusi untuk mengidentifikasi kelompok rentan sejak awal.
Kabar Ibu Kota
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pemetaan 841 desa di seluruh wilayah Kaltim dalam waktu singkat. 

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Deklarasi Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pendopo Odah Etam Samarinda, Selasa (3/12/2024).

"Andaikan saya dua tahun di sini sebagai Pj Gubernur Kaltim, saya akan selesaikan semua pemetaan desa di Kaltim," tegas Akmal Malik di hadapan para undangan yang memberikan aplaus atas komitmen tersebut.

Menurut Akmal, pemetaan desa melalui data presisi sangat penting untuk mendukung alokasi anggaran pembangunan yang tepat sasaran. 

BACA JUGA: 

https://ibukotakini.com/read/penetapan-kenaikan-ump-2025-apindo-minta-penjelasan

Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi pembangunan dengan lebih efektif.

"Data desa presisi memudahkan pengambilan kebijakan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan," ujarnya.

Saat ini, pemetaan telah dilakukan di 40 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan 114 desa di Kutai Kartanegara (Kukar). Rencananya, jumlah tersebut akan terus bertambah, dengan target lebih dari 200 desa di Kukar dalam waktu dekat.

"Jika dana dan sumber daya terbatas, skala prioritas menjadi kunci. Pemetaan ini adalah langkah strategis untuk memaksimalkan anggaran yang ada," tambahnya.

BACA JUGA: 

https://ibukotakini.com/read/transformasi-ekonomi-kaltim

Akmal juga menyoroti pentingnya data presisi dalam mengatasi permasalahan sosial, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menilai pendekatan reaktif yang hanya mengeluarkan dana setelah kejadian adalah kebijakan yang kurang tepat.

"Apakah kita memiliki data tentang mereka yang berpotensi menjadi korban atau pelaku? Jangan hanya bertindak setelah terjadi kekerasan. Dengan data yang akurat, kita bisa melakukan pencegahan lebih dini," tegasnya.

Akmal mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti rendahnya pendidikan, pendapatan keluarga, serta pengaruh lingkungan menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Data desa presisi dapat menjadi solusi untuk mengidentifikasi kelompok rentan sejak awal.

Akmal berharap upaya pemetaan ini dapat menjadi warisan (legacy) bagi pemimpin di semua tingkatan, mulai dari kabupaten hingga desa. 

BACA JUGA: 

https://ibukotakini.com/read/persentase-kemiskinan-kaltim-turun-pemprov-fokus-eliminasi-kemiskinan-ekstrem

Dengan data desa presisi, pembangunan di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

"Data presisi yang telah dibuat di PPU dan Kukar akan memudahkan pimpinan dalam mencegah dan menyelesaikan permasalahan daerah masing-masing," tutupnya. ***