
Stok Beras Bulog di Kaltim Diklaim Aman, Masyarakat Tak Perlu Panik
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan stok beras di wilayahnya mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Daerah
IBUKOTAKINI.COM, BALIKPAPAN—Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan stok beras di wilayahnya mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Pejabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengatakan bahwa saat ini terdapat 20.000 ton beras yang ada di gudang Bulog di Balikpapan. Stok tersebut masih dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehingga warga tidak perlu panik.
“Ada stok beras 20.000 ton lebih untuk se-Kaltim. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras masih tersedia dengan baik,” ujarnya saat mengunjungi gudang Bulog, Senin (26/2/2024).
Akmal mengimbau para pedagang tidak terlalu menjual beras dengan harga yang terlalu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). "Saya pikir pedagang jangan terlalu banyak mengambil untung, sehingga tidak terjadi kepanikan di masyarakat," terangnya.
- Pj. Gubernur Kaltim Imbau Masyarakat Tak Panik Karena Stok Beras Cukup
- Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba Maret-April 2024
- Pemkot-DPRD Balikpapan Sepakati Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2024-2025
Seperti diketahui bahwa kebutuhan beras di Kaltim selama satu tahun kurang lebih sekitar 350 ribu ton. "Kita baru bisa memenuhi sebanyak 140 ribu ton atau 30 sampai 45 persen. Tidak ada pilihan bagi kita untuk menggenjot produksi padi. Sistem pertanian kita sangat tergantung sekali sama alam, cuaca air dan sebagainya. Inilah yang menjadi atensi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim," katanya.
Pihaknya akan mendorong diversifikasi pangan, tidak hanya tergantung pada beras saja. "Saya berterima kasih sama Bulog karena sudah melaksanakan fungsi stabilisasi harga dengan baik," ungkapnya.
Akmal juga akan mengecek harga beras di pasar Kota Balikpapan, untuk memastikan kebenarannya. "Saya mau cek ke lapangan, benar nggak harganya segitu," ungkapnya.
Pemerintah bersama Bulog akan mencoba mencari solusi agar tidak terlalu tinggi disparitas harga di pasar. Bulog akan siap mengintervensi ketika disparitasnya terlalu tinggi. "Kita akan cek," imbuhnya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah pun akan melakukan langkah-langkah peningkatan produksi dan mendorong diversifikasi pangan. "Itu solusinya," sebutnya.
Akmal mengungkapkan kawasan sawah yang ada di Kaltim mengalami penyusutan karena adanya keterbatasan air, seperti yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser. "Pasokan air untuk pertanian kita terbatas, sehingga masyarakat menanam lahannya dengan sawit," katanya.
