
PLN Bantu Poltekba, Mahasiswa Kini Praktik Pakai Panel Listrik 3 Phasa
- PLN UID Kaltimra kolaborasi institusi pendidikan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam kelistrikan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Upaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra).
Melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kaltimra, PLN menyalurkan bantuan panel listrik 3 phasa kepada Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) untuk mendukung kegiatan praktik dan pembelajaran mahasiswa Jurusan Rekayasa Elektro.
Bantuan yang disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diserahkan pada Senin (28/9) oleh Manager PLN UP2D Kaltimra, Mohammad Roesdi, kepada Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Emil Azmanajaya.
Kehadiran panel listrik ini diharapkan dapat memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui praktik langsung, sehingga pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dapat semakin terhubung dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/hadapi-tantangan-pasokan-gm-pln-kaltimra-tinjau-pltu-balikpapan
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari upaya PLN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui program TJSL, PLN ingin memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan saat bantuan diserahkan, tetapi dapat digunakan dalam jangka panjang. Kami berharap fasilitas ini dapat memperkuat proses pembelajaran mahasiswa sekaligus menjadi bekal bagi mereka untuk memasuki dunia kerja, khususnya di bidang ketenagalistrikan,” terang Meiryandi.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis sekaligus memahami kebutuhan dunia industri.
Karena itu, kolaborasi antara PLN dan perguruan tinggi menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik dan pengalaman di dunia kerja.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan talenta yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” imbuh Meiryandi.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/srikandi-pln-balikpapan-beri-bantuan-kaki-palsu-untuk-risca-meliana
Direktur Politeknik Negeri Balikpapan, Emil Azmanajaya, mengapresiasi atas dukungan PLN dalam pengembangan sarana pembelajaran bagi mahasiswa Jurusan Rekayasa Elektro.
“Kami mengapresiasi dukungan PLN melalui bantuan panel listrik 3 phasa ini. Fasilitas tersebut akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara lebih konkret komponen, rangkaian, pemeriksaan, hingga pemeliharaan instalasi listrik. Dengan demikian, pembelajaran di kelas dapat diperkuat melalui pengalaman praktik,” ujar Emil.
Ia menambahkan, fasilitas praktik juga memiliki peran penting dalam membangun ketelitian dan keterampilan teknis mahasiswa. Tidak kalah penting, mahasiswa dapat dibiasakan menerapkan prosedur keselamatan sejak berada di lingkungan pendidikan.
“Keselamatan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi di bidang ketenagalistrikan. Kami berharap melalui fasilitas ini mahasiswa semakin terampil sekaligus memiliki kesadaran terhadap pentingnya bekerja secara aman dan sesuai prosedur,” lanjutnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/ybm-pln-bontang-bagi-makan-siang-dan-sembako-untuk-anak-panti-aisyiyah
Sementara itu, Manager PLN UP2D Kaltimra, Mohammad Roesdi, mengatakan panel listrik 3 phasa tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran dan praktik mahasiswa.
Kompetensi teknis di bidang ketenagalistrikan perlu dibangun bersamaan dengan budaya keselamatan. Hal tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana suatu peralatan atau instalasi bekerja, tetapi juga memahami prosedur yang harus diterapkan ketika melakukan pekerjaan.
“Di bidang ketenagalistrikan, kemampuan teknis harus selalu berjalan bersama budaya keselamatan. Kami berharap mahasiswa semakin terampil melalui fasilitas ini sekaligus terbiasa bekerja sesuai prosedur dan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” kata Roesdi.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi mahasiswa lintas angkatan.
“Bagi kami, keberhasilan program TJSL bukan hanya ketika bantuan diserahkan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Semoga panel ini dapat menjadi sarana belajar bagi mahasiswa Poltekba dan mendukung lahirnya talenta-talenta muda yang kompeten di bidang ketenagalistrikan,” tutup Roesdi.
Melalui program TJSL ini, PLN UID Kaltimra terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang ketenagalistrikan.
Dukungan terhadap sarana pembelajaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kompetensi teknis dan budaya keselamatan sejak dari lingkungan pendidikan, sebagai bekal mahasiswa menuju dunia profesional. ***
