PLN Perluas Listrik ke 168 Desa Kaltim-Kaltara, Sasar 9.885 Pelanggan
Kabar Ibu Kota

PLN Perluas Listrik ke 168 Desa Kaltim-Kaltara, Sasar 9.885 Pelanggan

  • Hingga Juli 2026, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kalimantan Timur mencapai 95,87 persen, sedangkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) mencapai 93,06 persen
Kabar Ibu Kota
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Perjalanan pemerataan akses listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus berlanjut. Setelah menghadirkan layanan listrik 24 jam di Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur. PT PLN (Persero) UID Kaltimra kini menyiapkan perluasan jaringan listrik ke 168 desa lainnya di Kaltim dan Kaltara.

Program perluasan akses listrik tersebut ditargetkan dapat membuka layanan kelistrikan bagi sekitar 9.885 calon pelanggan di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses energi.

Untuk mendukung pembangunan listrik desa, PLN UID Kaltimra menyiapkan pembangunan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta 220 unit gardu distribusi.

Secara keseluruhan, panjang jaringan yang akan dibangun mencapai lebih dari 1.300 kilometer.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Membangun jaringan listrik di Kalimantan bukan pekerjaan sederhana. Luasnya wilayah, jarak antarpemukiman, kondisi geografis, hingga keterbatasan akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri.

BACA JUGA:

Berawal dari Modal Rp5 Juta, Wawa Etnika Kini Raup Omzet Rp15 Juta per Bulan - ibukotakini.com

Mobilisasi material dan peralatan ke sejumlah desa juga membutuhkan proses dan dukungan dari berbagai pihak.

Meski demikian, tantangan tersebut tidak menghentikan langkah PLN untuk terus memperluas jangkauan layanan listrik hingga ke wilayah pelosok.

Salah satu hasil dari upaya tersebut terlihat di Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur.

Sebelumnya, masyarakat di kedua desa tersebut mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel dengan waktu operasi terbatas.

Kini, sebanyak 512 pelanggan telah menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam.

PLN Perluas Listrik ke 168 Desa Kaltim-Kaltara, Sasar 9.885 Pelanggan

Kehadiran listrik sepanjang hari diharapkan memberi dampak lebih luas bagi kehidupan masyarakat, mulai dari mendukung aktivitas belajar anak-anak, kegiatan rumah tangga, hingga membuka peluang pengembangan ekonomi dan produktivitas desa.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah PLN dalam menghadirkan listrik 24 jam bagi masyarakat Senambah dan Mulupan.

“Kini masyarakat Senambah dan Mulupan sudah merdeka menikmati listrik selama 24 jam. Ini menjadi kabar baik dan momentum penting bagi pembangunan di Muara Bengkal,” ungkap Ardiansyah pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan PLN terus diperkuat agar desa-desa lain juga dapat memperoleh manfaat yang sama.

General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Senambah dan Mulupan menjadi bagian dari perjalanan panjang pemerataan akses kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

BACA JUGA:

PLN SustainAction 2026 Dibuka, Inovasi Kaltim-Kaltara Peluang Mendunia - ibukotakini.com

Menurut dia, pembangunan jaringan listrik di wilayah dengan tantangan geografis membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi berbagai pihak.

“Senambah dan Mulupan menunjukkan bahwa di tengah tantangan geografis yang ada, akses listrik tetap dapat kita hadirkan melalui kerja bersama. Namun, perjalanan pemerataan ini belum selesai. Kami terus melanjutkan pembangunan dan memperluas akses listrik ke desa-desa lainnya secara bertahap,” tutur Chaliq.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan jaringan sepanjang lebih dari 1.300 kilometer serta pembangunan ratusan gardu distribusi menunjukkan besarnya upaya yang diperlukan untuk menjangkau wilayah yang masih membutuhkan penguatan akses kelistrikan.

Namun, pembangunan listrik desa, kata Chaliq, bukan hanya berbicara mengenai panjang jaringan dan jumlah infrastruktur.

“Di balik setiap kilometer jaringan yang dibangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik. Ada anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, keluarga yang ingin menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa, dan desa yang memiliki potensi untuk berkembang,” katanya.

Menurut Chaliq, setiap pembangunan infrastruktur kelistrikan memiliki tujuan lebih besar, yakni membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Upaya perluasan akses listrik tersebut berjalan seiring dengan peningkatan capaian elektrifikasi di wilayah kerja PLN UID Kaltimra.

BACA JUGA:

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi - ibukotakini.com

Hingga Juli 2026, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kalimantan Timur mencapai 95,87 persen, sedangkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) mencapai 93,06 persen.

Sementara itu, di Kalimantan Utara, Rasio Elektrifikasi PLN telah mencapai 99,17 persen, dengan Rasio Desa Berlistrik sebesar 81,95 persen.

Meski capaian elektrifikasi terus meningkat, masih adanya desa yang belum terjangkau menunjukkan pekerjaan pemerataan listrik di dua provinsi tersebut belum selesai.

PLN pun menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Kami menyadari bahwa pemerataan listrik tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat penting, baik dalam proses pembangunan maupun dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Chaliq.

Dari Desa Senambah dan Desa Mulupan, perjalanan pemerataan listrik kini bergerak menuju 168 desa lainnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Setiap jaringan yang dibangun diharapkan tidak sekadar menghubungkan gardu dengan pelanggan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengembangkan potensi daerah.

Dengan pembangunan jaringan dan infrastruktur kelistrikan yang terus berlanjut, PLN UID Kaltimra menargetkan manfaat listrik dapat semakin merata hingga ke desa-desa yang selama ini masih membutuhkan akses energi. ***