
PLN Siapkan Tambahan 278 MW, Pemulihan Listrik Kalimantan Berlanjut
- Sebanyak 30 MW telah beroperasi, sisanya masuk bertahap hingga akhir 2026
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - PT PLN (Persero) menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit sewa sebesar 278 megawatt (MW) untuk mendukung pemulihan pasokan listrik di Kalimantan.
Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 30 MW telah beroperasi di Trisakti dan Batulicin, sedangkan penambahan berikutnya ditargetkan masuk secara bertahap hingga akhir Desember 2026.
Langkah ini dilakukan di tengah penanganan sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan maupun menjalani pemeliharaan.
PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia sekaligus mempercepat pemasangan unit baru untuk meningkatkan kemampuan pasokan listrik di Sistem Interkoneksi Kalimantan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan pemulihan kelistrikan dilakukan melalui sejumlah langkah yang berjalan bersamaan, mulai dari penanganan pembangkit hingga penambahan kapasitas baru.
“Pemulihan kelistrikan Kalimantan terus kami dorong melalui sejumlah langkah yang berjalan bersamaan. Kami tidak hanya fokus pada penanganan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan, tetapi juga mempercepat penambahan kapasitas baru. Saat ini, tambahan 30 MW di Trisakti dan Batulicin telah beroperasi, sementara tahapan penambahan berikutnya terus kami persiapkan,” ucap Chaliq pada Jumat 9 Oktober 2026.
BACA JUGA:
PLTS Sebatik 150 kWp Beroperasi, Listrik Energi Surya Masuk Sistem - ibukotakini.com
Tambahan kapasitas yang telah beroperasi terdiri atas pembangkit sewa berkapasitas 20 MW di Trisakti dan 10 MW di Batulicin.
Keduanya menjadi bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kemampuan pasok listrik di tengah tantangan operasional pembangkit eksisting.
Dua Unit Pembangkit Tambahan Ditargetkan Beroperasi Oktober
Setelah tambahan 30 MW masuk sistem, PLN menyiapkan pengoperasian dua unit pembangkit sewa tambahan di Batulicin dengan kapasitas total 30 MW.
Saat ini, kedua unit tersebut masih dalam tahap pengiriman. PLN menargetkan pembangkit dapat mulai beroperasi pada minggu keempat Oktober 2026, setelah melalui proses pemasangan, pengujian, dan pemenuhan persyaratan teknis.
Penambahan kapasitas selanjutnya akan dilakukan secara bertahap sepanjang November hingga Desember 2026. Sementara itu, pembangkit sewa Tahap II berkapasitas 120 MW ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Desember 2026.
Secara keseluruhan, tambahan pembangkit sewa sebesar 278 MW tersebut terbagi menjadi dua tahap, yakni 158 MW pada Tahap I dan 120 MW pada Tahap II.
BACA JUGA:
PLN dan Pemprov Kaltim Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Kalimantan - ibukotakini.com
Chaliq menjelaskan, setiap unit harus melalui tahapan persiapan dan pemeriksaan teknis sebelum dapat dioperasikan. Proses tersebut mencakup kesiapan peralatan, mobilisasi, pemasangan, hingga pengujian untuk memastikan pembangkit memenuhi ketentuan operasional dan keselamatan.
“Setiap tambahan kapasitas merupakan bagian dari proses yang kami kawal secara bertahap. Kami memastikan tahapan pemasangan dan pengujian dilakukan sesuai ketentuan agar unit dapat beroperasi dengan aman. Bersamaan dengan itu, koordinasi dengan pihak terkait terus diperkuat untuk mempercepat pelaksanaan setiap tahapan,” jelasnya.
PLN Tangani Gangguan Pembangkit Eksisting
Selain menyiapkan pembangkit sewa, PLN melanjutkan penanganan gangguan pada pembangkit eksisting dan pelaksanaan pemeliharaan.
Optimalisasi unit pembangkit yang tersedia juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional serta kebutuhan pasokan listrik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan yang berjalan paralel. Dengan demikian, peningkatan kemampuan pasok tidak hanya bergantung pada pembangkit baru, tetapi juga pada kesiapan unit yang sudah tersedia.
BACA JUGA:
Hadapi Tantangan Pasokan, GM PLN Kaltimra Tinjau PLTU Balikpapan - ibukotakini.com
PLN menyadari kondisi kelistrikan yang berlangsung masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha di sejumlah wilayah Kalimantan. Perusahaan pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang dirasakan.
“Kami memahami bahwa listrik memiliki peran penting dalam setiap aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kegiatan usaha. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan. Seluruh tim terus bekerja dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan,” kata Chaliq.
Ia menambahkan, perkembangan pemulihan terus diupayakan melalui penanganan pembangkit dan penambahan kapasitas secara bertahap, dengan tetap memperhatikan keselamatan serta kesiapan operasional setiap unit.
“Dengan tambahan 30 MW yang telah beroperasi dan rencana penambahan hingga total 278 MW, PLN melanjutkan upaya meningkatkan kemampuan pasokan listrik di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” pungkasnya. ***
