PLN Terangi 331 Rumah di Malinau, Warga Kini Nikmati Listrik 24 Jam
Tren

PLN Terangi 331 Rumah di Malinau, Warga Kini Nikmati Listrik 24 Jam

  • Untuk melistriki Desa Tanjung Nanga, PLN membangun jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan Rendah (JTR) serta gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kVA
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Penantian panjang masyarakat Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, akhirnya terbayar. 

Setelah bertahun-tahun bergantung pada genset yang hanya menyala pada jam-jam tertentu, kini sebanyak 331 rumah telah menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam penuh.

Hadirnya listrik dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menjadi tonggak baru bagi kehidupan warga. 

Tak hanya menghadirkan penerangan, listrik juga membuka peluang bagi peningkatan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Sebelumnya, keterbatasan pasokan listrik membuat aktivitas warga harus berakhir lebih cepat setiap malam. Anak-anak memiliki waktu belajar yang terbatas, sementara pelaku usaha kesulitan mengembangkan usahanya karena minimnya akses energi.

Salah seorang warga, Laeng Ingan, mengaku kehadiran listrik PLN memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarganya. Sebagai pelaku usaha kecil, ia kini dapat memanfaatkan berbagai peralatan listrik untuk meningkatkan produktivitas usahanya.

BACA JUGA:

PLN Mobile Hadirkan Swacam, Pelanggan Bisa Catat Meter dari Rumah - ibukotakini.com

"Dulu kami hanya mengandalkan genset sehingga listrik hanya menyala pada waktu tertentu. Sekarang listrik PLN tersedia sepanjang hari. Usaha kecil yang saya jalankan jadi lebih berkembang karena bisa menggunakan peralatan listrik. Anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman pada malam hari. Kami sangat bersyukur karena akhirnya desa kami menikmati listrik PLN," ungkapnya pada Minggu, 28 Juni 2026.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonatan. Ia menyebut kehadiran listrik menjadi harapan yang telah lama dinantikan seluruh masyarakat.

Menurutnya, mayoritas warga bekerja sebagai petani dan nelayan. Dengan tersedianya listrik selama 24 jam, masyarakat kini memiliki akses terhadap fasilitas pendingin untuk menyimpan hasil panen maupun hasil tangkapan ikan sehingga kualitasnya tetap terjaga sebelum dipasarkan.

"Dengan adanya listrik, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan hasil tangkapan nelayan. Hasil panen dan ikan dapat disimpan lebih lama sehingga kualitasnya tetap terjaga saat dijual. Kami berharap kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat seiring hadirnya listrik PLN," katanya.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan penyalaan listrik di Desa Tanjung Nanga merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan akses energi yang merata hingga ke wilayah terpencil.

BACA JUGA:

PLN Bagi-Bagi Mobil Listrik Lewat Program Gelegar PLN Mobile 2026 - ibukotakini.com

Di mana listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"PLN meyakini bahwa listrik bukan sekadar menghadirkan cahaya, tetapi juga membuka peluang. Listrik menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, PLN akan terus menghadirkan layanan kelistrikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil sebagai bentuk komitmen menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Untuk melistriki Desa Tanjung Nanga, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,27 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,81 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kVA.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas rasio elektrifikasi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Kalimantan Utara.

Kini, ketika malam menyelimuti Desa Tanjung Nanga, cahaya yang dulu hanya berasal dari genset telah berganti dengan aliran listrik PLN yang menyala tanpa henti. 

Terangnya listrik tak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membawa optimisme baru bagi pendidikan anak-anak, perkembangan usaha masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan desa. ***