
PLN UID Kaltimra Kebut Penanganan Listrik Melak, Mesin 5 MW Mulai Dikirim
- PLN UID Kaltimra mulai mobilisasi mesin pembangkit tambahan 5 MW untuk atasi krisis listrik Melak, Kutai Barat
Tren
IBUKOTAKINI.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memastikan penanganan krisis kelistrikan di Kabupaten Kutai Barat terus berprogres signifikan.
Setelah melalui tahap persiapan, PLN resmi memulai mobilisasi mesin pembangkit tambahan berkapasitas 5 Megawatt (MW) untuk memperkuat Sistem Kelistrikan Melak.
Langkah ini menjadi solusi jangka pendek paling krusial untuk mengatasi keterbatasan daya yang terjadi akibat gangguan dan pemeliharaan sejumlah unit pembangkit eksisting.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, menegaskan mobilisasi ini adalah bukti komitmen PLN.
"PLN terus melanjutkan berbagai langkah penanganan kelistrikan di Melak. Setelah melalui tahap persiapan, saat ini mesin pembangkit tambahan 5 MW mulai dimobilisasi menuju lokasi. Secara paralel, pekerjaan infrastruktur pendukung juga terus berjalan. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kemampuan pasok listrik di Melak dan sekitarnya," jelas Adrian dalam keterangan resmi, Minggu (12/10/2026).
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pln-siapkan-tambahan-278-mw-pemulihan-listrik-kalimantan-berlanjut
Mesin Tiba Akhir Oktober, Infrastruktur Dikebut
Saat ini, mesin pembangkit beserta seluruh peralatan pendukungnya sedang dalam proses pengiriman menuju Melak. PLN menargetkan seluruh unit tiba di lokasi pada minggu ketiga hingga minggu keempat Oktober 2026, dengan mempertimbangkan kondisi perjalanan darat dan kelancaran logistik.
Tak hanya menunggu mesin datang, tim PLN di lapangan bergerak cepat. Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan pembangunan infrastruktur pendukung terus digenjot agar sinkron dengan kedatangan mesin.
Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi:
• Pembangunan pondasi mesin pembangkit 5 MW.
• Penyiapan pondasi dan fasilitas tangki Bahan Bakar Minyak (BBM).
• Pemasangan sarana evakuasi daya untuk menyalurkan tambahan pasokan ke sistem.
"Tim di lapangan terus mengerjakan pondasi mesin, fasilitas tangki BBM, serta sarana evakuasi daya. Pekerjaan ini berjalan bersamaan dengan proses pengiriman mesin agar setelah seluruh peralatan tiba, tahapan pemasangan dan pengujian dapat segera dilanjutkan," ujar Agung.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pln-dan-pemprov-kaltim-percepat-pemulihan-sistem-kelistrikan-kalimantan
Setelah tiba, mesin akan langsung masuk tahap instalasi, integrasi sistem, serta serangkaian pemeriksaan dan pengujian teknis ketat sebelum dinyatakan siap beroperasi dan mengalirkan listrik ke pelanggan.
PLN UID Kaltimra memahami betul ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat Kutai Barat akibat kondisi listrik yang belum stabil beberapa waktu terakhir.
Selain mendatangkan mesin baru, PLN juga melakukan langkah paralel yakni optimalisasi daya mampu pembangkit yang masih beroperasi dan percepatan perbaikan unit-unit yang mengalami gangguan.
"Kami memahami kondisi yang dirasakan masyarakat dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berbagai upaya terus kami lakukan, baik melalui penanganan pembangkit yang ada maupun percepatan penambahan kapasitas 5 MW ini. Kami terus mengawal setiap tahapan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan peralatan," tambah Adrian.
Dengan tambahan daya 5 MW ini, pihaknya optimistis daya mampu dan cadangan daya Sistem Kelistrikan Melak akan meningkat signifikan, sehingga pasokan listrik untuk aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Kutai Barat dapat kembali normal dan andal.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan seluruh stakeholder atas dukungan penuh terhadap proses penanganan kelistrikan di Melak," pungkasnya. ***
