PLTS Sebatik 150 kWp Beroperasi, Listrik Energi Surya Masuk Sistem
Tren

PLTS Sebatik 150 kWp Beroperasi, Listrik Energi Surya Masuk Sistem

  • Dengan kapasitas 150 kWp, PLTS Sebatik juga menjadi bagian dari pemanfaatan potensi energi surya di wilayah perbatasan
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebatik berkapasitas 150 kilowatt peak (kWp) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pembangkit energi terbarukan tersebut berhasil melalui tahap energize dan sinkronisasi dengan sistem kelistrikan setempat pada Sabtu (3/10/2026).

Pengoperasian PLTS Sebatik berlangsung di tengah tantangan Sistem Interkoneksi Kalimantan. Di saat PLN masih melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan, pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah pelosok dan perbatasan tetap berjalan.

General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan, kondisi sistem kelistrikan tidak menghentikan pengembangan infrastruktur listrik hingga wilayah perbatasan.

“Di tengah berbagai tantangan kelistrikan yang sedang kami tangani, PLN tetap berkomitmen menjalankan program pengembangan infrastruktur kelistrikan hingga wilayah pelosok dan perbatasan. Beroperasinya PLTS Sebatik menjadi salah satu wujud upaya tersebut, sekaligus langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan energi bersih di Kalimantan Utara,” ujar Chaliq.

BACA JUGA:

36 Tahun Menanti, 4 Desa di Kutim Kini Nikmati Listrik 24 Jam - ibukotakini.com

Menurutnya, PLTS Sebatik sekaligus menjadi bagian dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah perbatasan Indonesia.

Sebatik memiliki potensi energi matahari yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bersih untuk mendukung sistem kelistrikan setempat.

“Transisi energi tidak hanya dilakukan di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga terus kami dorong hingga wilayah perbatasan. Sebatik memiliki potensi energi matahari yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” katanya.

Sebelum pembangkit dioperasikan, PLN melakukan pemeriksaan akhir terhadap seluruh fasilitas dan sistem pendukung PLTS Sebatik.

Pemeriksaan mencakup aspek teknis pembangkit, sistem proteksi, keamanan, operasional dan pemeliharaan, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Manager PLN UP3 Kalimantan Utara Dody Suhendra mengatakan, tahapan energize dan sinkronisasi menjadi bagian penting sebelum listrik yang dihasilkan PLTS disalurkan ke sistem kelistrikan setempat.

“PLTS Sebatik berkapasitas 150 kWp telah berhasil di-energize dan disinkronkan dengan sistem kelistrikan setempat. Sebelum memasuki tahap operasi, kami memastikan seluruh aspek teknis, proteksi, keamanan, operasional, pemeliharaan, dan K3 telah dipersiapkan dengan baik,” ujar Dody.

BACA JUGA:

Nunukan Makin Terang! PLN UID Kaltimra Operasikan PLTS Sebatik 150 kWp - ibukotakini.com

Setelah beroperasi, PLN akan melakukan pengelolaan dan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga kinerja pembangkit.

Dody mengatakan, pemeliharaan diperlukan agar pemanfaatan energi matahari di Sebatik dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami akan terus melakukan pengelolaan dan pemeliharaan secara konsisten agar PLTS Sebatik dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pengembangan energi bersih di wilayah perbatasan,” katanya.

Pengoperasian PLTS Sebatik menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur kelistrikan PLN di wilayah Kalimantan Utara. Pengembangan tersebut berjalan bersamaan dengan upaya pemulihan Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Dengan kapasitas 150 kWp, PLTS Sebatik juga menjadi bagian dari pemanfaatan potensi energi surya di wilayah perbatasan. PLN menyatakan pengembangan energi terbarukan akan terus dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah pelosok. ***