
PNM Masuk IKN, Ribuan UMKM Berpeluang Nikmati Akses Pembiayaan
- PNM Siap Danai 4.767 UMKM di IKN
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Upaya memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipercepat.
Otorita IKN menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk membuka akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga memperkuat kapasitas ribuan pelaku UMKM agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok ekonomi ibu kota baru.
Kolaborasi tersebut mulai dijajaki dalam pertemuan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dengan Komisaris Utama PNM Dradjad Hari Wibowo beserta jajaran di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (3/8/2026).
Basuki menegaskan, dukungan pembiayaan dan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu kebutuhan penting dalam membangun fondasi ekonomi IKN yang inklusif.
"Kami akan menyampaikan terkait pendanaan investasi, termasuk pemberdayaan UMKM di IKN. Sekali lagi terima kasih, kami sangat membutuhkan intervensi PNM ini," terang Basuki.
BACA JUGA:
IKN Wujudkan Hunian Inklusif, Pekerja Perempuan Dapat Perlindungan Ekstra - ibukotakini.com
Otorita IKN mencatat saat ini terdapat 4.767 UMKM yang tersebar di tujuh kecamatan dalam wilayah delineasi IKN, yakni Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat, dan Sanga-Sanga.
Ia menyebut data tersebut menjadi pijakan untuk memetakan kebutuhan pembiayaan, pendampingan, hingga peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM lokal mampu mengambil peluang dari pesatnya pembangunan Nusantara.
“Kolaborasi dengan PNM, masyarakat sekitar IKN diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama yang menikmati pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Komisaris Utama PNM, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan pihaknya melihat peluang besar untuk mendukung target pembangunan ekonomi IKN, termasuk mewujudkan kawasan yang bebas kemiskinan pada 2035.
Di mana PNM memiliki pengalaman dalam pembiayaan dan pendampingan pelaku usaha mikro maupun ultra mikro melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
BACA JUGA:
Kredit Perbankan Balikpapan Tembus Rp41,51 Triliun, Ditopang Proyek IKN - ibukotakini.com
"Ada target IKN bebas kemiskinan pada 2035. Tentu banyak hal yang bisa dilakukan PNM melalui kerja sama, termasuk dengan melibatkan Himbara," ujarnya.
Program ULaMM difokuskan pada pembiayaan usaha mikro, sedangkan Mekaar memberikan pembiayaan sekaligus pendampingan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui skema kelompok tanpa agunan.
Dradjad mengungkapkan, sejak diluncurkan pada Desember 2015, program Mekaar telah membina 23 juta nasabah di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, keunggulan PNM dibanding lembaga keuangan lainnya terletak pada pendekatan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga peningkatan kapasitas dalam mengembangkan bisnis.
"PNM memiliki ULaMM untuk pembiayaan mikro dan Mekaar untuk membina ekonomi keluarga sejahtera, khususnya ibu-ibu. Saat ini, 23 juta nasabah telah mendapat pembinaan melalui Mekaar," jelasnya. ***
