Simulasi Kesiapsiagaan yang digelar Polda Kaltim pada Sabtu, 6 Desember 2025
Kabar Ibu Kota

Polda Kaltim Perkuat Komando Lapangan dan Mitigasi Bencana

  • Kesiapan respon darurat melalui penguatan koordinasi lintas instansi
Kabar Ibu Kota
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 hingga awal 2026, Polda Kalimantan Timur menyatakan kesiapan respon darurat melalui penguatan koordinasi lintas instansi, penyiagaan personel, serta pemantauan titik rawan bencana di seluruh kabupaten/kota.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan bahwa potensi bencana harus direspons dengan sistem yang lebih terstruktur. 

“Bencana hidrometeorologi adalah tantangan multidimensi. Kita perlu sinergi, visi terpadu, dan kesiapsiagaan penuh agar masyarakat terlindungi,” ungkapnya saat apel kesiapsiagaan di Balikpapan Sport Convention and Center (BSCC)/Dome, pada Sabtu 6 Desember2025.

Polda menyiagakan 1.680 personel, ditambah 2.312 personel dari TNI, BPBD, Basarnas, BMKG, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, dan unsur relawan.

Selain kesiapan personel lanjut Kapolda, Polda Kaltim juga memperkuat sejumlah langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan, patroli mitigasi, penyediaan sarana darurat seperti dapur umum dan posko kesehatan, hingga peningkatan kompetensi personel melalui latihan terpadu yang melibatkan seluruh unsur penanggulangan bencana.

BACA JUGA:

Kodam VI/Mulawarman Salurkan Bantuan untuk Sumatera - ibukotakini.com

Ia juga menyampaikan BMKG memproyeksikan curah hujan lebat hingga sangat lebat pada Desember 2025 hingga Januari 2026, terutama di Kutai Barat, Mahakam Ulu, Berau, Paser, serta sebagian Kutai Kartanegara. 

Gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter, membuka potensi banjir rob di pesisir Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Berau.

Berdasarkan proyeksi tersebut, Kapolda menekankan bahwa penanganan bencana harus mengedepankan kecepatan dan ketepatan.

“Tugas ini bukan hanya teknis, tetapi juga moral. Negara hadir untuk melindungi rakyatnya. Semua personel harus bekerja dengan empati, humanis, dan profesional,” ujarnya.***