
Posko Nataru Bandara SAMS Sepinggan Ditutup
- Arus Mudik-Balik Berjalan Lancar
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan resmi berakhir.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru yang telah beroperasi sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Selama periode tersebut, layanan kebandarudaraan berjalan aman dan lancar tanpa gangguan keamanan maupun kendala operasional yang berarti. Setiap hari, belasan ribu pemudik dan wisatawan dilayani dengan kesiapsiagaan penuh petugas lintas instansi.
General Manager Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan bahwa seluruh aspek operasional bandara terpantau stabil sepanjang masa angkutan libur akhir tahun.
“Koordinasi antarinstansi berjalan sangat baik. Kami mengapresiasi dukungan TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, maskapai, serta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam posko terpadu,” ungkap Iwan, pada Senin (5/1/2026).
BACA JUGA:
Libur Nataru, Tol IKN Dilintasi 90 Ribu Kendaraan - ibukotakini.com
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan posko tercermin dari terjaganya aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Selama periode Nataru, tidak tercatat gangguan keamanan maupun kecelakaan kerja.
Puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2025 dengan 137 penerbangan dan 19.147 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik terpantau pada 4 Januari 2026 dengan 127 penerbangan dan 18.346 penumpang.
Sepanjang 2025, Bandara SAMS Sepinggan mencatat 48.292 pergerakan pesawat, melayani 5.271.140 penumpang, serta mengelola kargo sebesar 55.583 ton. Rute Jakarta menjadi tujuan paling diminati, disusul Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan.
Meski posko Nataru telah ditutup, manajemen bandara memastikan standar pelayanan tetap dijaga. Fasilitas utama, mulai dari area check-in, ruang tunggu, hingga sanitasi, akan terus dipelihara demi kenyamanan penumpang.
“Penutupan posko tidak berarti pengawasan berkurang. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang bepergian pada awal 2026,” kata Iwan. ***
