
Potensi Karhutla Kaltim, Hampir Seluruh Wilayah Merah hingga 24 Agustus
- Berdasarkan peta BMKG, kondisi kemudahan karhutla mengalami perubahan dari hari ke hari
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu diwaspadai.
Peta informasi kemudahan karhutla yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori sangat tinggi pada periode 19-24 Agustus 2026.
Informasi tersebut ditampilkan melalui indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC), yang menggambarkan tingkat kemudahan bahan bakar halus di permukaan lahan untuk terbakar.
Pada peta BMKG, warna merah mendominasi wilayah Kaltim sejak 19 Agustus.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pemprov-kaltim-kirim-62-14-ton-beras-ke-mahulu
Kondisi tersebut masih terlihat pada 20 dan 21 Agustus, sebelum pada 22-24 Agustus muncul wilayah dengan kategori lebih rendah di sejumlah bagian Kaltim.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa kondisi bahan bakar permukaan di sebagian besar wilayah masih kering sehingga potensi kebakaran perlu diantisipasi, terutama ketika terdapat sumber api.
Berdasarkan peta BMKG, kondisi kemudahan karhutla mengalami perubahan dari hari ke hari.
Pada 19 Agustus, hampir seluruh daratan Kaltim didominasi warna merah. Kondisi serupa masih terlihat pada 20 dan 21 Agustus, meski terdapat beberapa bagian wilayah yang menunjukkan kategori berbeda.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/musim-kemarau-debit-sumber-air-balikpapan-turun
Memasuki 22 Agustus, area dengan warna hijau dan kuning mulai terlihat lebih luas, terutama di bagian utara dan barat Kaltim.
Perubahan semakin terlihat pada 23 dan 24 Agustus, ketika area berwarna biru, hijau, dan kuning meluas di sejumlah wilayah.
Namun, bagian selatan dan tengah Kaltim masih didominasi warna merah dalam peta periode tersebut.
Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi BMKG mengenai musim kemarau 2026.
Dalam pemutakhiran prediksi musim kemarau, sejumlah zona musim di Kaltim, termasuk Balikpapan dan wilayah sekitarnya, diproyeksikan mengalami musim kemarau pada periode pertengahan hingga akhir 2026. ***
