PPU–Paser Terhubung, Jalan Nasional 90% Makin Mulus
Penajam

PPU–Paser Terhubung, Jalan Nasional 90% Makin Mulus

  • Tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar untuk penanganan ruas Penajam – Kademan – Kuaro
Penajam
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan kondisi infrastruktur jalan nasional di poros Penajam Paser Utara (PPU) – Paser semakin baik. 

Tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut kini telah mencapai lebih dari 90 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Timur, Aji Fitra Firnanda, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Saat ini kondisi jalan yang mantap akan memperlancar arus barang dan jasa sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kalimantan Timur,” ucapnya dikutip dari akun resmi Pemprov Kaltim pada Kamis, 5 Maret 2026.

Selain jalan nasional, infrastruktur jalan provinsi di wilayah PPU juga dilaporkan dalam kondisi baik. Ruas Simpang 3 – Simpang 6 hingga Pelabuhan Buluminung sepanjang sekitar 7 kilometer saat ini dapat dilalui dengan lancar.

Pada tahun ini, pemerintah provinsi juga menyiapkan pembangunan Jembatan Rico yang akan menghubungkan kawasan Pulau Balang. 

BACA JUGA:

Resmi Dibuka, Jembatan Sungai Nibung Pangkas Akses Kutim - ibukotakini.com

Jembatan tersebut dirancang memiliki bentang utama sekitar 500 meter dengan jembatan pendekat sepanjang sekitar 1 kilometer karena berada di kawasan rawa.

“Ada kesediaan dari Kementerian PU untuk mendanai. Melalui Bupati PPU, kita menyiapkan dana rintisan,” kata Firnanda saat melaporkan kondisi jalan kepada Gubernur dalam kunjungan kerja ke wilayah PPU–Paser, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyampaikan bahwa pada 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar untuk penanganan ruas Penajam – Kademan – Kuaro.

Penanganan efektif akan dilakukan sepanjang 5,17 kilometer melalui kegiatan preventif dan rehabilitasi minor. Selain itu, BBPJN juga menyiapkan program rehabilitasi dan perbaikan berkala pada sejumlah jembatan di ruas tersebut.

BBPJN juga mencatat adanya longsoran pada ruas Kuaro – Kademan sepanjang sekitar 7 kilometer akibat penurunan pada sisi bahu jalan. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam agenda penanganan tahun ini. ***