PPU Siapkan 11 Sumur Bor, Kebutuhan Air Bersih Jadi Perhatian
Penajam

PPU Siapkan 11 Sumur Bor, Kebutuhan Air Bersih Jadi Perhatian

  • Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pelayanan air bersih bagi masyarakat PPU
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan air untuk pertanian. 

Sedikitnya 11 titik sumur bor akan dibangun melalui program TNI AD tahap ketiga di sejumlah wilayah PPU. 

Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyediaan Kebutuhan Air Bersih dan Air untuk Pertanian yang digelar Pemkab PPU bersama TNI, Polri, Perumda Danum Taka, serta perangkat daerah terkait, Selasa (1/9/2026). 

Bupati PPU Mudyat Noor turut hadir dalam rapat yang membahas ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus kebutuhan sektor pertanian tersebut. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/layanan-ct-scan-resmi-beroperasi-di-rsud-rapb-ppu

Mudyat Noor menilai penyediaan air membutuhkan kerja sama lintas instansi. Sejumlah program disiapkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya air yang tersedia, mulai dari pembangunan sumur bor, pompanisasi, pengembangan jaringan perpipaan hingga pembangunan infrastruktur pendukung. 

"Salah satu program yang menjadi perhatian ialah pembangunan sumur bor melalui program TNI AD," ucapnya ketika Rapat Pembahasan Penyediaan Air pada Selasa, 1 September 2026. 

Pada tahap ketiga, TNI mendapat mandat membangun sedikitnya 11 titik sumur air bersih di Kabupaten PPU. 

Jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah dilakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan masyarakat di lapangan. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/wakil-bupati-ppu-mendorong-penambahan-fasilitas-slb

Sebelumnya, pada Agustus 2026, satu titik sumur bor telah dibangun di Kelurahan Saloloang. 

Untuk titik berikutnya, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat. 

Ia menyebut koordinasi diperlukan agar pembangunan sumur bor berada di lokasi yang benar-benar membutuhkan akses sumber air. 

"Kebutuhan air juga tidak hanya berkaitan dengan rumah tangga. Sumber air diperlukan untuk fasilitas umum, termasuk rumah ibadah dan fasilitas pelayanan masyarakat," ujarnya. 

Danum Taka Dilibatkan dalam Pengembangan Air Baku 

Dalam pelayanan air minum, Perumda Danum Taka dilibatkan dalam pembahasan teknis mengenai pemanfaatan sumber air dan pengembangan jaringan distribusi. 

Perumda Danum Taka bersama Pemkab PPU dan instansi terkait juga mengkaji sejumlah sumber air potensial yang dapat dikembangkan menjadi sumber air baku. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/karhutla-mengintai-ppu-sekda-tohar-minta-semua-instansi-selalu-siaga

Ia mengatakan pemanfaatan sumber tersebut dapat dilakukan melalui pompanisasi, pengolahan air hingga pembangunan jaringan perpipaan. 

"Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pelayanan air bersih bagi masyarakat PPU," tandasnya. 

Ketersediaan air untuk sektor pertanian turut menjadi pembahasan. Program sumur bor, pompanisasi, jaringan irigasi, hingga pembangunan jembatan yang mendukung akses menuju kawasan pertanian dapat disinergikan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis. 

Dengan demikian, sumber air yang tersedia tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas pertanian. 

Mudyat menambahkan Pemkab PPU akan melakukan pemetaan kebutuhan sebelum menentukan lokasi pembangunan sumur bor berikutnya. 

"Dalam hal pemetaan pemerintah akan melibatkan kecamatan, desa, kelurahan, serta masyarakat akan dilibatkan dalam proses tersebut," tambahnya. 

Langkah ini penting agar pembangunan infrastruktur air dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. 

Rapat koordinasi tersebut diikuti jajaran Pemkab PPU, Perumda Danum Taka, Kodim/TNI AD, Polres PPU, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta instansi teknis lainnya. 

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab PPU menyiapkan sejumlah alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air pertanian. Pengembangan sumber air baku, sumur bor, pompanisasi, dan jaringan distribusi menjadi bagian dari langkah yang dibahas untuk menghadapi kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian di PPU. (ADV)