
Prabowo ke MSCI: Indonesia Tidak Takut!
- Buka Opsi Penghematan Besar-besaran
Tren
IBUKOTAKINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun, termasuk penyedia indeks global MSCI Inc. Pernyataan tersebut disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Prabowo menanggapi sorotan MSCI terhadap pasar modal Indonesia yang membuka konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo menegaskan pemerintah akan menghadapi berbagai tantangan dengan keberanian. Ia juga menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk mempertahankan kepentingan nasional.
"Ada apa itu, macam-macam lah MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," kata Prabowo.
BACA JUGA:
IHSG Selasa 20 Oktober 2026 Melonjak 5,65% ke 5.278 - ibukotakini.com
Presiden juga menegaskan Indonesia tidak mengenal sikap menyerah dalam menghadapi tekanan.
"Kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang kabinet yang menjadi momentum evaluasi dua tahun pertama pemerintahan Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Prabowo Buka Opsi Penghematan Besar-besaran
Selain menegaskan sikap terhadap MSCI, Prabowo menyampaikan kemungkinan pemerintah melakukan penghematan lebih besar apabila diperlukan.
BACA JUGA:
Diancam MSCI, BEI Buka Data Terbaru: 74 Persen Emiten RI Cetak Laba - ibukotakini.com
"Saudara-saudara sekalian, kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti," kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah, baik dari dalam negeri maupun perkembangan global.
Prabowo mengingatkan jajaran kabinet bahwa pemerintah menerima mandat rakyat dalam situasi yang menuntut keberanian untuk mengambil keputusan.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa terus-menerus bersikap naif atau hanya berusaha menyenangkan pihak lain ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kepentingan nasional.
BACA JUGA:
Integritas Pasar dan Kepastian Hukum Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi - ibukotakini.com
Presiden menekankan pentingnya menghadapi kenyataan dan menentukan langkah yang diperlukan untuk melindungi kekayaan bangsa serta kepentingan rakyat Indonesia.
Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti praktik penyelundupan yang dinilai merugikan perekonomian nasional.
Ia menegaskan pemerintah harus mengambil langkah untuk menghentikan praktik yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri secara tidak semestinya.
Prabowo bahkan menyebut penyelundupan sebagai tindakan yang merugikan bangsa dan mengancam perekonomian nasional.
BACA JUGA:
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal, Friderica Tekankan Penegakan Hukum - ibukotakini.com
"Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita, membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita," ujarnya.
Presiden kemudian merinci sejumlah komoditas dan barang yang menurutnya menjadi sasaran praktik penyelundupan, mulai dari timah, emas, batu bara, kayu, hingga bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk bersubsidi.
Ia juga menyoroti penyelundupan barang yang berpotensi mengganggu industri dalam negeri, selain penyelundupan narkotika.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak boleh membiarkan sistem yang memungkinkan praktik tersebut terus berlangsung.
BACA JUGA:
Indo Premier Sarankan Investor Pegang Kas 30–40% - ibukotakini.com
"Bagaimana bisa ada yang mengatakan bahwa sistem yang mengizinkan penyelundupan jalan terus, boleh kita pertahankan," kata Prabowo.
Pemerintah Diminta Berani Menghadapi Kenyataan
Prabowo menegaskan mandat yang diberikan rakyat mengharuskan pemerintah mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional, termasuk ketika keputusan tersebut menghadirkan tantangan.
Ia mempertanyakan apakah Indonesia akan terus mempertahankan sistem yang dinilainya memungkinkan kekayaan negara keluar melalui praktik-praktik yang merugikan, atau melakukan pembenahan untuk melindungi kepentingan bangsa.
Dalam konteks tersebut, pemberantasan penyelundupan menjadi salah satu persoalan yang disoroti Presiden karena menyangkut penerimaan negara, keberlangsungan industri, serta pemanfaatan sumber daya alam.
Prabowo menekankan bahwa perlindungan terhadap kekayaan nasional harus menjadi bagian dari pelaksanaan mandat pemerintahan.
Sorotan MSCI terhadap Pasar Modal Indonesia
Pernyataan Prabowo mengenai MSCI muncul setelah lembaga penyedia indeks tersebut mengumumkan konsultasi pada 15 Oktober 2026 terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.
MSCI menyoroti persoalan yang berkaitan dengan transparansi dan praktik perdagangan saham. Perkembangan ini memicu perhatian pelaku pasar terhadap kemungkinan dampaknya bagi investasi dan posisi Indonesia dalam indeks global.
Di sisi lain, otoritas pasar modal Indonesia telah melakukan sejumlah pembenahan, termasuk memperluas keterbukaan data kepemilikan saham, memperinci klasifikasi investor, serta meningkatkan ketentuan minimum free float perusahaan tercatat.
Proses konsultasi MSCI belum menghasilkan keputusan final mengenai klasifikasi Indonesia.***
