
Prabowo: Saya Bukan Pemimpin yang Omon-Omon Saja
- Terbitkan Buku Capaian Kinerja
Politik
IBUKOTAKINI.COM - Presiden Prabowo Subianto menyebut dirinya bukan pemimpin yang hanya pandai bicara. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato sambutan Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (19/9/2026).
Di depan para duta besar negara sahabat, para menteri dan pengasuh Gontor, Prabowo menyebut sudah banyak capaian meski masa pemerintahannya belum genap dua tahun.
“Kita telah mencapai keberhasilan-keberhasilan yang nyata, yang beruntung, dan menguntungkan bangsa dan rakyat Indonesia. Saya percaya diri, karena sekarang kita buktikan, kita bukan pemimpin yang omon-omon saja,” tegas Prabowo.
Karena itu, Prabowo mengaku semakin percaya diri.
BACA JUGA:
Prabowo Hadiri 1 Abad Gontor, Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA - ibukotakini.com
“Saya sekarang berdiri di depan rakyat Indonesia. Saya sekarang tambah percaya diri. Kenapa saya percaya diri? Karena belum dua tahun saya menjalankan mandat dari rakyat, belum dua tahun, kurang berapa minggu lagi, ya. Saya kira kurang, kurang sebulan lagi, persis dua tahun,” katanya.
Prabowo menyebut banyak alumni Gontor yang masuk dalam barisan koalisi pemerintahannya.
“Saya dengan koalisi yang dukung saya, di mana saya tahu banyak alumni Gontor ada di situ. Terima kasih dukungan. Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik, itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tapi harus paham politik. Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana,” imbuhnya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo sempat menggoda mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin yang merupakan alumni Gontor.
BACA JUGA:
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pasar Cermati Arah Fiskal dan IHSG - ibukotakini.com
“Sekian belas tahun, saya baru tahu Din Syamsudin itu lulusan Gontor. Beliau memang selalu rendah hati. Bukan rendah diri, rendah hati beliau. Kadang-kadang aja agak keras beliau. Tapi kalau sudah ketemu saya, sudah, beres itu, beres itu,” jelas Prabowo.
Ia mengklaim pemerintahannya fokus kerja untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
“Fokus kita adalah kerja, kerja, kerja. Kerja dengan cepat. Rakyat yang lapar tidak bisa menunggu. Petani yang butuh pupuk tidak bisa menunggu. Nelayan yang memerlukan bantuan, yang tidak pernah dibantu selama 81 tahun Indonesia merdeka, kita sekarang akan mengurus nelayan-nelayan Indonesia,” imbuhnya.
Prabowo juga menyinggung potensi kekayaan laut Indonesia.
BACA JUGA:
“Laut adalah tiga perempat daripada negara kita, puluhan ribu kapal-kapal asing tiap malam berada di laut Indonesia. Puluhan ribu kekayaan laut kita diambil, tanpa ada langkah-langkah. Sekarang, kita bekerja. Mulai tahun depan, kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita,” kata Prabowo lagi.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung buku berisi tentang capaian kinerjanya.
“Di buku itu sudah cukup jelas. Saya tidak akan menguraikan semua capaian saya di panggung ini. Saudara-saudara, saya kira sudah bisa merasakan bahwa kita, yang saya perjuangkan bertahun-tahun, swasembada pangan”
“Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka, kalau dia tidak bisa menghasilkan makan untuk bangsanya sendiri. Alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makan untuk rakyatnya sendiri,” kata Prabowo.***
BACA JUGA:
Tak Mau Lagi Kecolongan, Prabowo Siapkan Drone Tangani Karhutla - ibukotakini.com
