Presiden Prabowo menyebut Indonesia sudah swasembada 8 komoditas pangan, mulai beras, jagung, gula hingga cabai.
Kabar Ibu Kota

Prabowo Sebut Indonesia Sudah Swasembada 8 Komoditas Pangan, Apa Saja?

  • Swasembada Jadi Salah Satu Capaian Pemerintahan Prabowo
Kabar Ibu Kota
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Klaim tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, capaian swasembada pangan tersebut diraih jauh lebih cepat dari target awal pemerintah. Semula, pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun.

Namun, Prabowo mengatakan target tersebut berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun.

"Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata kita berhasil dalam waktu satu tahun," kata Prabowo dalam pidatonya.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Terima Laporan Terbaru B50, Pertamina Siapkan Bioetanol - ibukotakini.com

Prabowo menyampaikan capaian tersebut di tengah situasi pangan global yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian cuaca dan ancaman El Nino.

Ia mengatakan kondisi pangan Indonesia saat ini berada dalam keadaan aman dan pemerintah optimistis mampu menghadapi tantangan pangan ke depan.

"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman," ujar Prabowo.

Ini 8 Komoditas yang Disebut Sudah Swasembada

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut ada delapan komoditas pangan yang menurut pemerintah telah mencapai swasembada.

Berikut daftarnya:

  • Beras
  • Jagung
  • Gula konsumsi
  • Daging ayam
  • Telur ayam
  • Bawang merah
  • Cabai besar
  • Cabai rawit

"Karena itu, tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," kata Prabowo.

Capaian tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Prabowo saat menyampaikan laporan mengenai kinerja pemerintah di hadapan anggota MPR, DPR dan DPD RI.

Harga Pupuk Turun 20 Persen

Prabowo mengatakan percepatan swasembada pangan tidak terlepas dari perubahan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, terutama terkait penyaluran pupuk.

Menurut dia, pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut diklaim membuat petani lebih mudah mendapatkan pupuk.

Selain kemudahan akses, harga pupuk juga disebut mengalami penurunan sebesar 20 persen.

"145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, penurunan harga tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia.

"Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," katanya.

Menariknya, Prabowo menyebut penurunan harga pupuk tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan volume ketersediaannya.

Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan pupuk dengan harga lebih rendah, tetapi juga lebih mudah memperoleh pupuk untuk kebutuhan produksi.

Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8 Persen

Prabowo juga mengungkapkan kinerja PT Pupuk Indonesia. Menurut dia, keuntungan perusahaan BUMN tersebut meningkat 252,8 persen.

Kenaikan laba itu disebut terjadi ketika harga pupuk diturunkan dan volume pupuk yang tersedia untuk masyarakat justru ditambah.

"Pada saat yang bersamaan harga turun, tetapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita," kata Prabowo.

"Harga pupuk turun, volume tambah tetapi keuntungan bagi PT Pupuk naik 252,8 persen," lanjutnya.

Prabowo menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, pemerintah daerah hingga TNI dan Polri.

Ia menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari kerja sama dan semangat gotong royong seluruh unsur pemerintahan.

Prabowo Singgung Ancaman El Nino

Selain capaian produksi pangan, Prabowo juga menyinggung tantangan perubahan cuaca yang dapat memengaruhi sektor pertanian.

Ia menyebut Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan dapat berlangsung berat.

"Kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Nino-nya akan berat, berarti El Nino yang paling dahsyat," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, keberhasilan memperkuat produksi pangan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai risiko pangan global.

Ia mengatakan pemerintah tidak ingin ketahanan pangan nasional hanya bergantung pada kondisi global, melainkan memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.

Swasembada Jadi Salah Satu Capaian Pemerintahan Prabowo

Capaian swasembada delapan komoditas pangan menjadi salah satu poin yang disorot Prabowo dalam laporan pemerintahannya.

Presiden mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian pemerintah mengambil keputusan serta kerja keras berbagai unsur pemerintahan.

Prabowo sebelumnya mengatakan pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan masa pemerintahannya.

Namun, dalam pidatonya, ia menegaskan masih banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan.

"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum," kata Prabowo.

Meski demikian, ia menilai pemerintah telah menunjukkan bahwa berbagai persoalan yang selama puluhan tahun dianggap sulit dapat mulai diselesaikan.***