
Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan
- Badan Pangan Nasional menyatakan stok beras nasional pada awal 2026 mencapai 12,529 juta ton
Tren
IBUKOTAKINI.COM - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan. Pengumuman tersebut disampaikan saat panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), seiring menguatnya produksi beras nasional dan menurunnya ketergantungan terhadap impor.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Rabu 7 Januari 2026, saya mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan produksi dalam negeri sepanjang 2025. Ia menilai Indonesia sesungguhnya memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, sehingga ketergantungan pada impor dinilai tidak sejalan dengan potensi yang dimiliki.
Menurut dia, persoalan pangan selama ini bukan terletak pada kekurangan sumber daya, melainkan pada tata kelola yang belum sepenuhnya optimal. Ia juga menyinggung masih adanya kebocoran dalam pengelolaan kekayaan nasional yang membuat manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya bagaimana negara yang begitu makmur, yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” katanya.
BACA JUGA:
Secara tren, capaian swasembada pangan tercermin dari peningkatan konsisten produksi beras domestik. Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat sekitar 13,54 persen dibandingkan 2024.
Pada periode Januari hingga November 2025, produksi beras tercatat setara 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sekitar 13,55 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh hasil panen di sejumlah sentra produksi utama.
Dari sisi cadangan, Badan Pangan Nasional menyatakan stok beras nasional pada awal 2026 mencapai 12,529 juta ton. Jumlah tersebut sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai pasokan beras nasional berada pada level aman hingga akhir tahun. Situasi ini menandai pergeseran dari pola sebelumnya, ketika impor masih digunakan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas stok.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pangan difokuskan pada penguatan produksi domestik melalui optimalisasi lahan pertanian, distribusi pupuk, serta penguatan peran petani dan penyuluh. Panen raya di Karawang menjadi salah satu indikator meningkatnya kapasitas produksi tersebut.***
