
Prabowo Ungkap Duit untuk Perbaiki Sekolah, Sumbernya Bikin Kaget
- Dari Penghematan sampai (Menekan) Praktik Koruptif
Tren
IBUKOTAKINI.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto membongkar sumber anggaran untuk memperbaiki sekolah.
Dalam pidato di depan para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini, Presiden menyebut anggaran untuk membangun sekolah unggulan dari berbagai sumber.
“Saya ingin perbaiki semua sekolah dari fisik. Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar, bisa kita seleksi, nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia,” kata Presiden.
Di sekolah unggulan tersebut, Prabowo menyebut akan memakai kurikulum International Baccalaureate (IB).
“Dia harus dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia, yang terhebat di dunia, sama.”
BACA JUGA:
Masalah Sepak Bola Saja, Kita Tidak Mampu Masuk Piala Dunia - ibukotakini.com
“Dan, kita harapkan dia diterima dan dia lolos di universitas terbaik di dunia. Itu satu cara. Cara kedua, kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini,” imbuhnya.
“Entah joint, entah KSO (Kerja Sama Operasional), entah. Jadi, kita ada dua cara. Tapi, ini investasi jangka panjang,” jelas Presiden.
Menurut Prabowo, hal tersebut sebagai upaya mengoreksi bangsa Indonesia.
“Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit. Jauh dari yang seharusnya, ini koreksi kita, ya. Dan juga, ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” terangnya lagi.
Beirkutnya, Presiden menyebut sumber pembiayaan untuk mewujudkan rencana itu.
BACA JUGA:
James Riady Sanjung Presiden Prabowo, Sebut Visioner dan Berani Ambil Terobosan - ibukotakini.com
“Untuk itu, tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan, hal-hal korup, (menekan) praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan, fraud, under-invoicing, mismanagement,” kata Prabowo.
Pada akhir 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan sekolah unggulan di 16 wilayah.
Dari jumlah itu, 12 sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, sementara empat lainnya merupakan Sekolah Garuda Baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Pemerintah menargetkan 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru akan dibina dan dibangun hingga tahun 2029.***
