PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi IPO di BEI sebagai emiten keenam 2026. Penawaran saham mencetak rekor 1,2 juta pesanan ritel dan oversubscribe 700 kali.
Ekbis

Prodia Diagnostic Line Pecahkan Rekor 1,2 Juta Pesanan Ritel

  • Resmi Melantai di Bursa, Oversubscribe 700 Kali
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Prodia Diagnostic Line Tbk resmi mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PRDL, sekaligus menjadi emiten keenam yang melantai di pasar modal Indonesia sepanjang 2026.

Dengan pencatatan saham PRDL, jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia kini mencapai 962 emiten, mempertegas posisi pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang semakin dipercaya oleh dunia usaha.

Direktur Bursa Efek Indonesia, Saidu Solihin, mengatakan kehadiran PRDL menjadi momentum penting, tidak hanya bagi perseroan, tetapi juga bagi perkembangan pasar modal nasional.

Menurutnya, bertambahnya perusahaan tercatat dari sektor alat kesehatan menunjukkan semakin beragamnya sektor industri yang memanfaatkan pasar modal untuk mendukung ekspansi bisnis.

"Momentum ini penting bukan hanya bagi perusahaan tercatat, tetapi juga bagi pasar modal Indonesia sebagai tempat yang dipercaya dunia usaha sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang strategis," ujar Saidu saat seremoni pencatatan saham PRDL, Kamis (9/7/2026).

PT Prodia Diagnostic Line Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan pengolahan alat kesehatan untuk diagnosis medis, sektor yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia.

IPO PRDL Buka Akses Pendanaan Lebih Luas

Saidu menjelaskan, dengan status sebagai perusahaan terbuka, PRDL memiliki peluang memperkuat kapasitas usaha melalui akses pendanaan yang lebih luas sekaligus meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

BEI berharap pencatatan saham ini menjadi awal bagi perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham, menjaga kepercayaan investor, dan tumbuh secara berkelanjutan.

"Bursa Efek Indonesia senantiasa berkomitmen menjaga ekosistem pasar modal yang dihuni emiten berkualitas. Kami berharap perseroan terus memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga keterbukaan informasi secara konsisten, mengedepankan kepentingan pemegang saham dan perlindungan investor, serta mengembangkan usaha secara sehat dan berkelanjutan," katanya.

Ia menegaskan, BEI akan terus mendampingi perjalanan PRDL sebagai perusahaan terbuka melalui pembinaan dan penguatan kualitas emiten agar kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia terus meningkat.

PRDL Pecahkan Rekor IPO dengan 1,2 Juta Pesanan Ritel

Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja, mengungkapkan bahwa pencatatan saham perdana menjadi tonggak sejarah baru bagi perusahaan yang didirikan pada 2016 untuk mendukung sistem kesehatan Indonesia.

Cristina mengatakan perjalanan menuju bursa dipenuhi kerja keras selama bertahun-tahun hingga akhirnya visi perusahaan menjadi kenyataan.

Ia mengungkapkan respons investor terhadap IPO PRDL sangat luar biasa. Saat masa penawaran umum ditutup dua hari sebelum pencatatan saham, perseroan mencatat 1,2 juta pesanan ritel, menjadi jumlah pemesanan ritel terbesar sepanjang sejarah IPO di Indonesia.

Tak hanya itu, penawaran umum saham PRDL juga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 700 kali, mencerminkan tingginya minat investor terhadap prospek perusahaan.

Fokus pada Pertumbuhan, Transparansi, dan Inovasi

Cristina menegaskan bahwa menjadi perusahaan publik bukan sekadar pencapaian finansial, melainkan bagian dari transformasi perusahaan menuju standar yang lebih tinggi.

"Menjadi perusahaan publik bukan hanya sebuah milestone keuangan. Ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas perusahaan kami," ujarnya.

Menurutnya, PRDL kini memasuki babak baru yang berfokus pada pertumbuhan, transparansi, dan inovasi.

Perseroan juga berkomitmen memberikan nilai jangka panjang kepada seluruh pemegang saham dengan tetap menjaga standar tata kelola perusahaan yang tinggi.

"Kami menatap masa depan dengan optimisme yang tinggi dan sangat senang para investor menjadi bagian dari perjalanan ini," kata Cristina.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham, penjamin emisi, serta seluruh pihak yang mendukung proses IPO hingga berhasil terlaksana dengan sukses.

Pada pembukaan perdagangan sesi perdana, harga saham PRDL loncat 42 poin atau 35 persen dari harga perdana Rp120 menjadi Rp162 per lembar. ***