Ketersediaan bahan baku menjadi isu penting dalam industri furnitur dan kerajinan.
Kabar Ibu Kota

Produk Kerajinan Tenun Tumbit Melayu Mengangkat Kearifan Lokal

  • Kerajinan Tenun Tumbit Melayu Mengangkat Kearifan Lokal

Kabar Ibu Kota
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Produk kerajinan tenun tu bit melayu dinilai telah mengangkat kearifan lokal dari sisi pewarnaannya. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor saat mengunjungi Rumah Tenun Berau Mera'ang Kampung Tumbit Melayu Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau.

Istri Gubernur Kaltim H Isran Noor itu mengaku sangat bersyukur bisa melihat langsung aktivitas tenun di Kampung Tumbit Melayu.

Sebelumnya, pengelola Tenun Tumbit Melayu, Bernadheta Dualise, Sabtu malam (24/10/2020) di Big Mall Samarinda, sukses dinobatkan menjadi Juara Harapan I Dekranasda Kaltim Award 2020. Piagam dan tropi diserahkan Ketua Dekranasda Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor, di Kampung Tumbit Melayu, Minggu siang ini.

"Ibu Bernadheta sudah membuktikan batik Berau tidak kalah dari daerah lain. Ini juga membuktikan, bahwa ibu-ibu di Berau juga berdaya," kata Norbaiti, pada Senin (26/10/2020).

Norbaiti sangat berharap agar kerajinan tenun daerah terus berinovasi, bukan hanya berjaya di berbagai ajang lomba daerah daerah dan nasional, tetapi juga harus mampu merebut hati konsumen, baik lokal, domestik maupun internasional.

Selain harus cerdas memanfaatkan media informasi digital dalam promosi, dukungan dari berbagai pihak, khususnya swasta melalui program corporate social responsibilty (CSR) juga sangat diharapkan.

"Produk kerajinan Tenun Tumbit Melayu ini sudah mengangkat kearifan lokal dari sisi pewarnaannya. Mereka pakai daun jambu, kulit kayu jati, juga jahe. Makanya, ini harus kita dukung," pesan Norbaiti.

Bernadheta Dualise, pengelola Rumah Tenun Berau Mera'ang mengakui saat ini tidak kurang sekitar 25 ibu bekerja untuk Tenun Tumbit Melayu ini. Pengerjaan dari awal hingga akhir menjadi produk tenun harus melewati 18 tahapan.

Saat ini Bernadetha sedang mengajukan empat hak paten untuk motif batik mereka. Yakni motif Alam Banua, Tukik Penyu Kulanta, Penyu Saparadianta dan KaritanTutul. Satu lagi yang akan segera diusulkan motif Penyu Banua.

Hadir mendampingi kunjungan tersebut Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor, Pjs Bupati Berau H Ramadhan dan Pjs Ketua Dekranasda Berau Ratna Nugrarini Ramadhan.