
Produksi Gula Aren Genjah Kandolo Terkendala Tenaga Penyadap
- Petani Butuh 50 Penderes Tambahan
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Potensi produksi gula aren genjah di Desa Kandolo, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, belum mampu dimaksimalkan. Keterbatasan tenaga penyadap atau penderes menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi kelompok tani.
Kondisi tersebut terungkap dalam audiensi Pengurus Kelompok Tani (Poktan) yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Aren Genjah Kandolo bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Kerja Bupati, Pusat Perkantoran Pemkab Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (12/8/2026).
Audiensi tersebut tidak hanya membahas percepatan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Aren Genjah Kandolo, tetapi juga upaya meningkatkan kapasitas produksi gula aren di tingkat petani.
Ketua MPIG/Poktan Aren Genjah Kandolo Siti Rahma mengatakan proses pendaftaran IG saat ini telah memasuki tahap penting, yakni pemeriksaan sampel tanah dan uji mutu produk.
BACA JUGA:
Harga Karet Kaltim Pekan Ketiga Juni 2026 Tembus Rp13.655 per Kg, Sawit Melorot - ibukotakini.com
Poktan juga telah menginventarisasi 40 pohon induk Aren Genjah yang akan digunakan sebagai sumber pembibitan utama pada hamparan lahan dengan luas populasi mencapai 53 hektare.
Menurut Siti, potensi pasar gula aren genjah sangat besar. Permintaan datang dari pasar lokal hingga nasional dan terdapat peluang untuk menembus pasar internasional.
Bahan baku tersebut juga dibutuhkan untuk berbagai produk olahan khas, termasuk beppa janda dan kebutuhan jaringan usaha kuliner lokal.
Secara keseluruhan, potensi serapan pasar diperkirakan mencapai 20 ton.
“Permintaan pasar nasional dan internasional sangat besar hingga mencapai 20 ton. Namun, kapasitas produksi kami di tingkat petani masih sangat terbatas. Saat ini, seorang perajin rata-rata hanya mampu menghasilkan gula jadi maksimal 25 kg per hari,” kata Siti.
Produksi Gula Aren Terkendala Penderes
Wakil Ketua MPIG Aren Genjah Kandolo Syarifuddin mengatakan persoalan terbesar saat ini justru berada pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga penderes.
Saat ini, jumlah penyadap aktif di Desa Kandolo hanya sekitar 20 orang. Akibatnya, banyak lahan tanaman aren belum dapat digarap secara optimal.
“Potensi pohon aren kita melimpah, tetapi kita kekurangan SDM penderes. Untuk mengelola luasan lahan yang ada saat ini, kami setidaknya masih membutuhkan 50 tenaga penyadap tambahan,” ujar Syarifuddin.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kutim melalui perangkat daerah terkait dapat membantu mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui pelatihan tenaga penderes maupun mendatangkan tenaga ahli yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat setempat.
BACA JUGA:
Siasat Kutai Timur Hadapi Penurunan Industri Tambang Batu Bara - ibukotakini.com
Menurutnya, penambahan tenaga penyadap menjadi penting agar potensi pohon aren yang tersedia dapat dikonversi menjadi peningkatan produksi dan pendapatan petani.
Pemkab Kutim Siapkan Dukungan
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif komitmen MPIG dan kelompok tani dalam mengembangkan Aren Genjah Kandolo sebagai komoditas unggulan daerah.
Ardiansyah menginstruksikan perangkat daerah yang hadir dalam audiensi untuk bergerak cepat dan membangun sinergi lintas sektor.
Perangkat daerah yang terlibat antara lain Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop-UMKM), serta Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim.
Pemkab Kutim berkomitmen mengawal proses pendaftaran legalitas Indikasi Geografis Aren Genjah Kandolo hingga tuntas.
BACA JUGA:
Dorong Hilirisasi, Produk Petani Masuk Ritel Modern - ibukotakini.com
Selain aspek legalitas, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pembinaan SDM, dukungan alat produksi modern, serta penataan rantai pasok.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan utama di tingkat petani sekaligus meningkatkan volume produksi gula aren genjah.
Dengan potensi lahan mencapai 53 hektare, keberadaan 40 pohon induk, serta peluang pasar hingga 20 ton, Aren Genjah Kandolo memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan Kutai Timur.
Namun, peluang tersebut masih bergantung pada kemampuan kelompok tani mengatasi persoalan tenaga penderes dan meningkatkan kapasitas produksi dari tingkat hulu hingga hilir.***
