Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu sentra pertanian di wilayah Ibu Kota Nusantara.
Kabar Ibu Kota

Produksi Jagung Kaltim 2026 Diprediksi Anjlok 31 Persen, Ini Datanya

  • Luas Panen Menyusut 40 Persen
Kabar Ibu Kota
Toni Hariadi

Toni Hariadi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Produksi jagung di Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan mengalami penurunan signifikan sepanjang 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, produksi jagung pipilan kering diproyeksikan hanya mencapai 7,07 ribu ton, turun 31,29 persen dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 10,29 ribu ton.

Penurunan produksi tersebut sejalan dengan menyusutnya luas panen jagung di Kaltim. Pada 2026, luas panen diperkirakan hanya mencapai 1.260 hektare atau berkurang 40,15 persen dibandingkan total luas panen sepanjang 2025.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Mas’ud Rifai mengatakan, penurunan luas panen terjadi pada seluruh periode pengamatan atau subround sepanjang 2026.

Pada Subround I 2026, luas panen jagung tercatat 440 hektare. Angka ini turun 32,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

BACA JUGA:

Atasi Kekeringan Lahan Pertanian, Balikpapan Buat 12 Sumur Bor - ibukotakini.com

Penurunan berlanjut pada Subround II. Luas panen tercatat 510 hektare atau menyusut 39,76 persen dibandingkan Subround II 2025.

Sementara itu, luas panen pada Subround III 2026 diperkirakan hanya 310 hektare. Jumlah tersebut turun 49,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penurunan juga terjadi pada produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen. Pada Subround I 2026, produksi diperkirakan mencapai 2,43 ribu ton atau turun 29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025," kata Mas’ud dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan periode pengamatan, produksi jagung pipilan kering pada Subround II 2026 tercatat 2,92 ribu ton. Angka tersebut turun 28,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:

Inflasi Balikpapan Merangkak Naik, PPU Deflasi di Oktober 2026 - ibukotakini.com

Adapun pada Subround III 2026, produksi diperkirakan mencapai 1,72 ribu ton atau merosot 37,79 persen dibandingkan Subround III 2025.

Selain produksi jagung dengan kadar air 14 persen, BPS juga mencatat penurunan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA28%).

Sepanjang Januari hingga Desember 2026, produksi JPK-KA28% diperkirakan mencapai 9,57 ribu ton. Jumlah tersebut turun sekitar 4,36 ribu ton atau 31,29 persen dibandingkan produksi 2025 yang mencapai 13,92 ribu ton.

BPS memperkirakan produksi jagung tertinggi pada 2026 terjadi pada September dengan volume 1,64 ribu ton. Pola serupa terjadi pada 2025, ketika produksi tertinggi juga tercatat pada September dengan volume 1,87 ribu ton.

BACA JUGA:

BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Ini Kriteria Saham yang Masuk Daftar - ibukotakini.com

Penurunan luas panen dan produksi ini menjadi gambaran melemahnya produksi jagung Kaltim sepanjang 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.***