Produksi Naik 5 Persen, PHM Rampungkan Handil Rejuvenation
Ekbis

Produksi Naik 5 Persen, PHM Rampungkan Handil Rejuvenation

  • Produksi minyak Lapangan Handil naik 5 persen usai revitalisasi fasilitas
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - PT Pertamina Hulu Mahakam berhasil menyelesaikan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, sebagai upaya memperkuat keandalan fasilitas produksi migas dan menjaga ketahanan energi nasional.

Program revitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperpanjang usia operasi Lapangan Handil yang telah berproduksi lebih dari 50 tahun di Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

Melalui program tersebut, PHM melakukan peremajaan sumur dan fasilitas penunjang produksi guna meningkatkan keandalan sistem aliran fluida sekaligus menjaga produktivitas aset migas secara berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, mengatakan setelah program rejuvenation dan perawatan fasilitas Central Processing Area (CPA) selesai dilakukan, produksi Lapangan Handil meningkat menjadi 15.020 barel minyak per hari (bopd).

Jumlah tersebut naik sekitar lima persen dibandingkan sebelum planned shutdown atau penghentian operasi terencana dilakukan.

“Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pelaksanaan perawatan fasilitas,” ungkap Sunaryanto pada Minggu, 10 Mei 2026.

BACA JUGA:

Proyek Pengembangan Manpatu Dikebut, PHI Targetkan 11 Sumur Baru - ibukotakini.com

Program Handil Rejuvenation sendiri telah dipersiapkan sejak 2023 melalui koordinasi bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Tahapan pekerjaan mencakup detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga proses tie-in atau penyambungan akhir ke sistem eksisting yang dilaksanakan pada 8 hingga 19 April 2026.

Dalam periode tersebut, PHM juga melakukan berbagai program peningkatan integritas fasilitas produksi jangka panjang.

Kegiatan meliputi perawatan empat compressor dan delapan vessel, inspeksi fasilitas produksi, hingga pemeriksaan pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI).

Selain itu, PHM mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter serta melakukan modernisasi Distributed Control System (DCS) dan Fire & Gas System guna meningkatkan standar keselamatan dan keandalan operasi.

BACA JUGA:

PHM Targetkan Pengeboran Perdana Lapangan Manpatu Kuartal IV 2026 - ibukotakini.com

Sunaryanto menyebut program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga integritas aset dan keberlanjutan produksi migas nasional.

“Melalui Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” katanya.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menambahkan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang ketat.

Kegiatan full shutdown tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja selama 24 jam penuh.

“Tercatat ada 242 izin kerja, 45 hot work naked flame, dan total 241.176 jam kerja selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

PHM memastikan seluruh aktivitas dilakukan dengan pengawasan keselamatan kerja secara ketat, mulai dari mitigasi risiko, pengendalian pekerjaan berisiko tinggi, hingga pengawasan lapangan. ***