Panen raya padi di beberapa daerah turut mempengaruhi penurunan persentase kemiskinan di Kaltim.
Kabar Ibu Kota

Produksi Padi Kaltim Sudah Tembus 60 Persen

  • Target Tambah 15.000 Hektare Sawah Aktif
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) optimistis target swasembada padi dapat tercapai pada akhir 2026. 

Saat ini, capaian program peningkatan produksi padi di Benua Etam disebut telah melampaui 60 persen dari target 7 ton per hektare. 

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan percepatan swasembada padi terus dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, Perum Bulog, TNI, serta berbagai mitra pembangunan.

"Kita sudah mengalami peningkatan produksi padi. Saat ini capaiannya sudah lebih dari 60 persen dan kita menargetkan pada akhir 2026 dapat mencapai 100 persen," kata Seno Aji usai Rapat Koordinasi Swasembada Padi di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (6/7/2026).

BACA JUGA:

BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Tetap Tumbuh hingga Agustus 2026

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada padi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan program dari Kementerian Pertanian.

Untuk itu, Pemprov Kaltim meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan revitalisasi serta verifikasi ulang data pertanian sebelum disampaikan kepada Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur.

"Hasil pembaruan data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja yang akan kami laporkan kepada Kementerian Pertanian," ujarnya.

Seno mengungkapkan, Kementerian Pertanian telah menunggu rencana kerja daerah hingga akhir 2026 yang dijadwalkan disampaikan pada akhir Juli mendatang. 

BACA JUGA:

Kaltim Usul Tambah 13.000 Hektare Cetak Sawah Baru

Dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan program swasembada padi di Kalimantan Timur.

Target Tambah 15.000 Hektare Sawah Aktif

Saat ini Kalimantan Timur memiliki sekitar 31.000 hektare sawah aktif dari total sekitar 46.000 hektare lahan sawah.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pencetakan sawah baru seluas 2.300 hektare serta optimalisasi sekitar 12.800 hektare lahan. 

Dengan demikian, diperkirakan akan ada tambahan sekitar 15.000 hektare sawah aktif.

"Artinya, akan ada penambahan sekitar 15.000 hektare lahan sawah aktif di Kalimantan Timur," jelas Seno.

BACA JUGA:

Petani Pedalaman Kutim Kekurangan Pupuk, Wabup Minta Perusahaan Turun Tangan

Lahan sawah terbesar di Kalimantan Timur saat ini tersebar di Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bantuan Alsintan Masih Bergantung Pemerintah Pusat

Meski optimistis, Seno mengakui percepatan swasembada padi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menyalurkan bantuan alsintan secara langsung karena seluruh bantuan berasal dari Kementerian Pertanian.

"Bantuan alsintan seluruhnya berasal dari Kementerian Pertanian. Tugas kita memfasilitasi usulan dari kelompok tani agar dapat disampaikan kepada Menteri Pertanian melalui Dinas Pangan," katanya.

BACA JUGA:

Kutim Sukses Cetak 400 Hektare Sawah Baru

Kementerian Pertanian sendiri menargetkan Kalimantan Timur memiliki sedikitnya 65.000 hektare sawah aktif dengan produktivitas 4 hingga 5 ton gabah per hektare dan dua kali masa panen setiap tahun.

Apabila target tersebut tercapai, Kalimantan Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya sendiri, tetapi juga berpeluang menghasilkan surplus beras.***