
Profil BIKE, Distributor Sepeda yang Akuisisi Tambang Batu Bara di Kaltim
- Punya 9 Portfofolio Sektor Bisnis
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM — PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk resmi mengukuhkan posisinya sebagai konglomerasi (super holding) energi dan infrastruktur.
Setelah melakukan transformasi identitas dari distributor sepeda nasional, emiten berkode BIKE ini bergerak cepat merealisasikan ekspansi strategisnya di sektor komoditas dan rantai pasok energi.
Langkah konkret ini dibuktikan lewat aksi korporasi terbarunya: mengamankan kepemilikan saham signifikan pada aset tambang batu bara potensial di Kalimantan Timur.
Akuisisi 45% Saham Tambang Batu Bara di Kutai Kartanegara
Sebagai bagian dari pilar bisnis energi dan ketahanan sumber daya, BIKE melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), resmi mengakuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi (SBA).
BACA JUGA:
Potensi Energi Terbarukan Kaltim Capai 20.026 MW - ibukotakini.com
PT Sumber Bara Abadi merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi resmi dari Kementerian ESDM (SK No. 64/1/IUP/PMA/2017) dengan konsesi seluas 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Aksi akuisisi ini memberikan dorongan porsi pendapatan dan penguatan infrastruktur operasional bagi Grup BIKE secara signifikan:
- Penguasaan Cadangan Raksasa: Konsesi tambang Kukar ini menyimpan estimasi cadangan batubara hingga 86 juta metrik ton. Dari potensi tersebut, perseroan memproyeksikan potensi pendapatan mencapai USD 84 juta (sekitar Rp1,3 triliun).
- Infrastruktur Terintegrasi: Akuisisi tak hanya mencakup areal tambang, tetapi juga penguasaan penuh atas aset penunjang strategis seperti fasilitas pelabuhan (jetty), sistem conveyor belt, hingga kantor operasional dan armada peralatan pendukung.
- Peningkatan Kapasitas Produksi: BIKE mematok target produksi awal sebesar 2 juta metrik ton per tahun, dan menargetkan lonjakan kapasitas hingga 4 juta metrik ton per tahun mulai tahun 2029.
BACA JUGA:
Haji Isam Gadaikan 3 Perusahaan Sawit di Kabupaten Paser ke Bank Mandiri - ibukotakini.com
Dari Ritel Sepeda ke Super Holding
Sebelum merambah sektor tambang dan energi, perseroan berdiri pada tahun 2017 di Tangerang dengan nama PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. Perseroan menguasai jaringan distribusi sepeda terbesar di Indonesia untuk merek United Bike, Avand, serta pemegang merek Genio Bike, dengan 319 jaringan toko di seluruh Indonesia.
Titik balik perseroan terjadi ketika PT Penajam Makmur Jaya masuk sebagai pemegang saham pengendali baru dengan kepemilikan 74,90% saham. Melalui RUPSLB pada 2 Juli 2026, perseroan resmi mengubah nama menjadi PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk.
Mereka juga mengubah susunan Direksi dan Dewan Komisaris, serta memperluas bidang usaha ke sektor energi, teknologi, pusat data (data center), infrastruktur, hingga transportasi berat.
Diversifikasi Portofolio Lini Usaha BIKE
Di bawah arah strategis baru, BIKE membagi fokus operasinya ke dalam beberapa pilar utama:
- Pembangkit Listrik & Energi Berkelanjutan: Pertambangan, rantai pasok energi, dan solusi energi bersih.
- Teknologi, Pusat Data & Utilitas Terpadu: Pengelolaan data center dan jaringan infrastruktur digital.
- Konstruksi, Transportasi & Alat Berat: Layanan logistik tambang, armada alat berat, dan proyek konstruksi.
- Properti, Keuangan & Layanan Masyarakat: Pengembangan kawasan real estat, perhotelan, hingga investasi strategis.
Susunan Manajemen Terbaru PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Sendi
- Komisaris Independen: Muhammad Reagy Sukmana
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Eric Kusuma
- Direktur I: Muhammad Kuswandi
- Direktur II: Nadila Syafira
- Direktur III: Andrew Mulyadi
Ringkasan Profil & Ekosistem BIKE
| Parameter Utama | Keterangan |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk |
| Kode Saham (IDX) | BIKE |
| Pengendali Utama | PT Penajam Makmur Jaya (74,90%) |
| Aset Tambang Utama | PT Sumber Bara Abadi (45% saham via PT Prambanan Nusantara Energi) |
| Lokasi Konsesi Tambang | Sebulu & Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kaltim (4.909 Ha) |
| Estimasi Cadangan | 86 Juta Metrik Ton Batubara |
| Target Proyeksi Pendapatan Tambang | USD 84 Juta |
