Mufli Budi Ananda, mantan aasisten pribadi Raffi Ahmad menjasi Komisaris BUMN PT Krakatau Posco.
Tren

Profil Mufli Ananda, Asisten Raffi Ahmad yang Jadi Komisaris Krakatau Posco

  • Informasi BOD dan BOC Sudah Dihapus
Tren
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Nama presenter kondang Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan hangat netizen di sosial media. 

Kali ini, giliran asisten pribadinya, Mufli Budi Ananda, yang memicu perbincangan publik setelah diketahui menduduki jabatan mentereng sebagai Komisaris di PT Krakatau Posco.

Kabar ini langsung memicu perdebatan sengit mengenai kompetensi vs relasi (jalur orang dalam/ordal). Sebelum kasus Mufli mencuat, ipar Raffi Ahmad, Barry Tamin, juga telah lebih dulu menduduki posisi komisaris di PT Sarinah.

Berdasarkan pantauan di situs resmi perusahaan, nama Mufli Budi Ananda memang sempat tercatat dalam jajaran Dewan Komisaris. 

Namun, seiring dengan viralnya isu ini di platform X (Twitter), daftar Board of Directors (BOD) dan Board of Commissioners (BOC) di situs resmi Krakatau Posco langsung dihapus.

Dari Bodyguard RANS hingga Kursi Komisaris

Mufli Budi Ananda bukanlah orang baru di lingkaran keluarga Andara. Ia mengawali kariernya di RANS Entertainment sebagai bodyguard atau tim pengawal keamanan sehari-hari untuk keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Seiring berjalannya waktu, tugas Mufli meluas menjadi asisten pribadi yang menangani:

  • Mengurus jadwal padat Raffi Ahmad.
  • Menangani panggilan telepon dan korespondensi.
  • Mengatur perjalanan dan akomodasi domestik serta luar negeri.
  • Mendampingi kegiatan operasional RANS Entertainment.

Mufli bahkan dikenal sangat dekat dengan keluarga Raffi, termasuk ikut menjaga ibu Raffi Ahmad saat dirawat di rumah sakit, sehingga sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

Latar Belakang Pendidikan Mufli Budi Ananda Dipertanyakan

Penunjukan Mufli sebagai komisaris menuai kritik tajam karena latar belakang pendidikannya dinilai tidak selaras dengan industri baja yang sangat teknis.

Mufli diketahui merupakan lulusan D3 Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung—sebuah politeknik yang saat ini izin operasionalnya telah dicabut. Ia juga sempat mendaftar S1 Teknik Industri di ISTN pada tahun 2014, namun berstatus mengundurkan diri.

Merujuk pada Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT), tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan atas kebijakan direksi, jalannya pengurusan perseroan, serta memberikan nasihat kepada Direksi. Kesenjangan antara rekam jejak karier Mufli dengan tanggung jawab besar ini membuat netizen geram.

"Krakatau Posco itu industri yang teknis banget, industri baja dasar. Yang paham soal beginian itu kalau enggak anak teknik metalurgi ya teknik kimia dan mesin. Komisaris sebagai pengawas perusahaan ya harus dikasih ke orang yang bener-bener paham proses bisnisnya!" tulis akun X @Abdulmufazaar dalam kritik kerasnya yang viral.

Netizen lain, Kevin Geraldhy, juga mengungkapkan keheranannya, "Jujur ini paling gong ASISTENNYA RAFI AHMAD jadi Komisaris Krakatau Posco. Ini aaaahhhh ga tauuu kok bisa jalurnya kayak gimana?"

Mengenal PT Krakatau Posco: Perusahaan Apa?

Banyak publik mengira perusahaan ini adalah bagian murni dari BUMN. Faktanya, PT Krakatau Posco adalah perusahaan patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan POSCO yang berasal dari Korea Selatan.

Masing-masing pihak memegang kepemilikan saham sebesar 50 persen. Karena status kepemilikannya terbagi dua, Krakatau Posco secara hukum bukanlah BUMN, melainkan perusahaan swasta berbentuk PT mandiri, meski di dalamnya terdapat keterlibatan aset BUMN.

Beroperasi di Cilegon, Banten sejak tahun 2014, pabrik baja terintegrasi ini memproduksi komoditas strategis seperti steel slab, hot rolled coil, serta pelat baja berkekuatan tinggi untuk kebutuhan industri:

  • Pembuatan kapal laut.
  • Infrastruktur skala besar dan jembatan.
  • Pipa penyalur (pipeline).
  • Industri otomotif (komponen mobil).

Dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun, tata kelola perusahaan ini dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan industrialisasi nasional.

Fenomena "Ordal" dan Istilah Katebeletje Zaman Orba

Meskipun sulit dibuktikan secara hukum, netizen menduga keras adanya praktik jalur orang dalam (ordal) di balik penunjukan ini. Dalam sejarah karier dan politik di Indonesia, jalur ordal memang kerap dianggap "jalan tol" yang efektif.

Pada masa rezim Orde Baru (Orba), fenomena ini dikenal dengan istilah bahasa Belanda: “katebeletje” yang berarti memo atau surat catatan singkat.

Katebeletje biasanya berupa selembar nota singkat dari pejabat tinggi atau figur yang sangat berpengaruh. Isinya sangat sederhana, seperti: “Mohon dibantu,” “Harap diperhatikan,” atau “Agar diproses sebagaimana mestinya.” Meskipun hanya beberapa patah kata, memo singkat ini memiliki kekuatan magis yang hampir selalu dipatuhi oleh bawahan demi menuruti kehendak sang penguasa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RANS Entertainment maupun manajemen PT Krakatau Posco belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penunjukan serta dihapusnya daftar komisaris dari situs perusahaan.***