
Profil PT Berau Usaha Mandiri yang Diakuisisi BIKE
- Punya Cadangan Tambang Batu Bara 12,19 Juta Ton
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Berau Usaha Mandiri (BUM), perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, resmi diakuisisi dan dikonsolidasikan ke dalam PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) pada 7 Oktober 2026.
BUM memiliki wilayah izin usaha pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 500 hektare. Perusahaan ini tercatat memiliki sumber daya batu bara sebesar 12,19 juta ton dengan cadangan terbukti mencapai 2,08 juta ton.
Selain memiliki wilayah tambang, BUM didukung fasilitas Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau jetty di Sungai Lungsuran Naga, kawasan Pelabuhan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pengangkutan dan distribusi batu bara.
BACA JUGA:
Warga Kaltim Paling Banyak Kerja di Sektor Apa? - ibukotakini.com
Sejarah dan Kegiatan Usaha PT Berau Usaha Mandiri
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan Sabtu (24/10/2026), PT Berau Usaha Mandiri didirikan pada 12 Agustus 2008 berdasarkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-50534.AH.01.01.Tahun 2008.
Dalam kegiatan operasionalnya, BUM menjalankan usaha pertambangan batu bara berdasarkan IUP Operasi Produksi yang diterbitkan pada 15 Juli 2019 dan berlaku hingga 14 Juli 2029, sesuai informasi yang tersedia.
Kegiatan utama perusahaan mencakup pertambangan batu bara dan penjualan batu bara termal (thermal coal). Pendapatan usaha utamanya berasal dari penjualan komoditas tersebut.
Sementara itu, struktur biaya perusahaan pada umumnya mencakup kegiatan penambangan, eksplorasi, pengangkutan, pengelolaan fasilitas pendukung, serta biaya operasional lainnya. Rincian biaya aktual BUM belum tersedia dalam informasi yang menjadi dasar penyusunan profil ini.
Memiliki Tambang 500 Hektare di Kabupaten Berau
Salah satu aset utama BUM adalah wilayah IUP Operasi Produksi seluas 500 hektare di Kabupaten Berau.
Wilayah tersebut memiliki sumber daya batu bara sebesar 12,19 juta ton dan cadangan terbukti 2,08 juta ton.
Sumber daya menggambarkan estimasi kuantitas batu bara yang berpotensi ditambang berdasarkan hasil kajian geologi. Adapun cadangan terbukti merupakan bagian yang telah memenuhi tingkat keyakinan geologi dan kriteria teknis serta ekonomi untuk dinyatakan layak ditambang.
Dengan demikian, angka sumber daya dan cadangan tidak dapat disamakan. Keduanya juga tidak secara langsung menggambarkan volume produksi tahunan ataupun jumlah batu bara yang telah terjual.
BACA JUGA:
Distributor Sepeda United Bike Borong Tambang Jumbo di Berau dan Kukar - ibukotakini.com
Didukung Fasilitas Jetty di Tanjung Redeb
Selain wilayah pertambangan, BUM memiliki fasilitas Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau jetty yang berlokasi di Sungai Lungsuran Naga, Pelabuhan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Fasilitas tersebut memiliki izin operasional hingga 2027 serta persetujuan untuk melayani kepentingan umum, berdasarkan informasi yang tersedia.
Keberadaan jetty berpotensi mendukung rantai pasok batu bara, terutama dalam kegiatan pemindahan dan pengangkutan komoditas dari wilayah operasional menuju pasar.
Infrastruktur logistik menjadi salah satu faktor penting dalam bisnis pertambangan karena berpengaruh terhadap kelancaran distribusi dan efisiensi biaya. Namun, masa berlaku izin fasilitas hingga 2027 perlu menjadi perhatian dalam mengevaluasi keberlanjutan operasional setelah proses akuisisi.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris BUM
- Dalam informasi profil perusahaan yang tersedia, susunan pengurus PT Berau Usaha Mandiri terdiri atas:
- Direktur Utama: Joinerri Kahar
- Direktur: Erick Arjanto
- Komisaris: Haji Syamsir Siregar
Susunan tersebut menggambarkan jajaran pengurus yang tercantum dalam data yang diberikan. Status jabatan dan susunan pengurus setelah akuisisi perlu dikonfirmasi melalui dokumen korporasi terbaru.
Prospek Usaha Setelah Diakuisisi BIKE
Akuisisi BUM oleh PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk yang efektif pada 7 Oktober 2026 membuka peluang bagi BIKE untuk mengintegrasikan kegiatan usaha pertambangan batu bara ke dalam bisnis perseroan.
Dari sisi aset, BUM memiliki tiga komponen utama yang dapat menjadi perhatian investor, yakni wilayah IUP Operasi Produksi seluas 500 hektare, sumber daya batu bara 12,19 juta ton, dan cadangan terbukti 2,08 juta ton. Perusahaan juga memiliki fasilitas jetty yang mendukung kegiatan logistik.
Meski demikian, besarnya sumber daya tidak otomatis menjamin peningkatan pendapatan atau laba. Kinerja BUM setelah akuisisi akan dipengaruhi oleh realisasi produksi, harga jual batu bara, kualitas komoditas, biaya operasional, kebutuhan belanja modal, serta keberlanjutan perizinan.***
Identitas Singkat PT Berau Usaha Mandiri
- Nama perusahaan: PT Berau Usaha Mandiri
- Bidang usaha: Pertambangan batu bara
- Pendapatan utama: Penjualan batu bara termal
- Tanggal pendirian: 12 Agustus 2008
- IUP Operasi Produksi: 15 Juli 2019–14 Juli 2029
- Luas wilayah IUP OP: 500 hektare
- Sumber daya batu bara: 12,19 juta ton
- Cadangan terbukti: 2,08 juta ton
- Lokasi kedudukan hukum: Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
- Lokasi operasional dan TUKS: Sungai Lungsuran Naga, Pelabuhan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau
- Perusahaan pengakuisisi: PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
- Tanggal efektif akuisisi dan konsolidasi: 7 Oktober 2026
