
Profil Whitesky Aviation, Perusahaan Transportasi yang Borong 60 Mobil Terbang
- Berawal dari Akuisisi pada 2010
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Nama Whitesky Aviation kembali menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk membeli 60 unit pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (electric Vertical Take-off and Landing/eVTOL) alias mobil terbang dari Volant Aviation, Shanghai, China.
Langkah strategis ini menandai keseriusan Whitesky dalam mengembangkan Advanced Air Mobility (AAM) atau mobilitas udara masa depan di Indonesia. Di balik rencana menghadirkan mobil terbang tersebut, Whitesky ternyata merupakan salah satu operator helikopter swasta yang telah beroperasi lebih dari satu dekade dan memiliki rekam jejak panjang di sektor penerbangan nasional.
Berawal dari Akuisisi pada 2010
Whitesky Aviation memulai babak baru pada 2010 setelah mengakuisisi Kura-Kura Aviation. Akuisisi tersebut diikuti dengan proses rebranding menjadi Whitesky Aviation sebagai bagian dari strategi memperluas bisnis layanan penerbangan helikopter di Indonesia.
Dalam perjalanannya, perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan transportasi udara untuk berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan, layanan medis hingga penerbangan eksekutif.
Mendukung Industri Tambang hingga Operasi BNPB
Peran Whitesky semakin besar pada 2015, ketika perusahaan menjadi mitra transportasi udara bagi berbagai perusahaan pertambangan dan perkebunan di Indonesia.
Setahun kemudian, 2016, Whitesky dipercaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung operasi water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang memperkuat pengalaman perusahaan dalam menjalankan misi penerbangan berisiko tinggi dan operasi khusus.
Bangun Heliport Pertama di Indonesia
Pada 2017, Whitesky bersama Angkasa Pura II memulai pembangunan heliport pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berlokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Di tahun yang sama, perusahaan juga dipercaya menyediakan layanan heli-medevac atau evakuasi medis udara bagi salah satu perusahaan tambang terbesar di Kalimantan Timur.
Keberadaan layanan tersebut memperkuat posisi Whitesky sebagai operator yang tidak hanya melayani penerbangan komersial, tetapi juga kebutuhan industri strategis dan layanan darurat.
Gandeng Garuda Indonesia
Ekspansi bisnis Whitesky berlanjut pada 2018 melalui kerja sama strategis dengan Garuda Indonesia.
Kolaborasi tersebut memberikan akses langsung bagi penumpang Garuda menuju HeliCity, sehingga membuka peluang integrasi antara transportasi udara komersial dengan layanan helikopter.
Langkah itu menjadi salah satu upaya awal menghadirkan konsep mobilitas udara perkotaan di Indonesia.
Miliki Beragam Layanan Penerbangan
Selama lebih dari 14 tahun, Whitesky Aviation mengembangkan bisnis yang tidak hanya berfokus pada penyewaan helikopter.
Perusahaan kini menawarkan berbagai layanan penerbangan, antara lain:
- Sewa helikopter (helicopter charter) untuk individu maupun korporasi.
- Manajemen operasional dan pemeliharaan helikopter.
- Jual beli helikopter.
- Modifikasi atau kustomisasi helikopter.
- Transportasi udara dalam kota dan antar kota.
- Wisata helikopter (heli tour).
- Layanan helikopter untuk kebutuhan industri dan pengangkatan beban berat.
- Program pelatihan pilot dan kru pendukung.
- Evakuasi medis udara (heli-medevac).
Ragam layanan tersebut membuat Whitesky melayani berbagai sektor, mulai dari energi, pertambangan, kesehatan, pariwisata hingga transportasi eksekutif.
Bersiap Masuk Era Mobil Terbang
Kini, Whitesky Aviation mengambil langkah baru dengan memesan 60 unit eVTOL dari Volant Aviation di Shanghai.
eVTOL merupakan pesawat listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal layaknya helikopter, namun menggunakan motor listrik dan baterai sehingga lebih ramah lingkungan.
Teknologi ini diproyeksikan menjadi moda transportasi masa depan untuk menghubungkan kota, bandara, kawasan industri, destinasi wisata hingga wilayah kepulauan secara lebih cepat dan efisien.
Bagi Whitesky, pembelian puluhan eVTOL bukan sekadar penambahan armada, melainkan bagian dari transformasi bisnis menuju ekosistem Advanced Air Mobility di Indonesia.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri helikopter, jaringan heliport, serta layanan penerbangan yang terus berkembang, Whitesky Aviation kini memposisikan diri sebagai salah satu perusahaan nasional yang bersiap menyambut era transportasi udara listrik di Tanah Air.
Petinggi Whiteshky Aviation
Berdasarkan kanal resmi perusahaan yang dikutip Minggu (2/8/2026) Whitesky Aviation dirintis oleh Denon Prawiraatmadja yang saat ini duduk sebagai President Director Whitesjy Group. Ketua Bidang Infrastruktur Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO itu disokong oleh Arsjad Rasjid yang ddidapuk sebagai Preident Commissioner. Nama lainnya yakni Hasudungan Pandiangan sebagia Chief Production Officer, Ari Nurwanda Chief Commercial Officer, dan Luthano H. Budyanto Chief Finance Officer.
Sementara Augie Avianto menjabat Director Whitesky Jet Asia, Edward Sirait Busdev Director Whitesky Facility, Novrihandri Finance Director Whitesky Facility, dan IG. Bambang Narayana GCG Director Whitesky Aviation.***
