Wintermar Offshore Marine (WINS) optimistis industri pelayaran offshore tumbuh karena pasokan kapal terbatas, armada menua, dan permintaan jasa pendukung migas berpotensi meningkat.
Ekbis

Prospek Industri Pelayaran Cerah, Wintermar Offshore Optimistis Permintaan Naik

  • Permintaan Kapal Offshore Ditopang Investasi Migas
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) optimistis terhadap prospek industri pelayaran, khususnya jasa kapal pendukung kegiatan hulu minyak dan gas (offshore support vessel/OSV). 

Perseroan melihat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan armada berpotensi menjadi katalis pertumbuhan industri dalam beberapa tahun ke depan.

Pandangan tersebut disampaikan manajemen WINS dalam Virtual Public Expose PT Wintermar Offshore Marine Tbk. Perseroan menilai pasokan armada saat ini relatif terbatas, sementara sebagian besar kapal yang beroperasi telah memasuki usia tua.

Manajemen WINS menjelaskan, tantangan utama industri pelayaran ke depan adalah seberapa cepat pembangunan kapal baru (newbuilds) mampu menggantikan armada yang memasuki masa pensiun (retired).

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan ruang pertumbuhan bagi perusahaan pelayaran yang memiliki armada dan struktur keuangan yang kuat.

“Jumlah armada yang ada ke depan akan terus berkurang seiring berlanjutnya penuaan kapal,” demikian pandangan manajemen WINS dalam paparan publik Rabu 12 Agustus 2026.

Armada Kapal Tua, Pesanan Kapal Baru Terbatas

Wintermar menyoroti minimnya pembangunan kapal baru dalam sekitar satu dekade terakhir. Kondisi tersebut membuat rata-rata usia armada pelayaran saat ini semakin tua.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap kapal pendukung kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas masih terbuka.

Perseroan melihat kondisi supply armada yang terbatas dan potensi permintaan tersebut sebagai peluang bagi industri pelayaran.

Menurut manajemen, industri pelayaran merupakan bisnis yang membutuhkan modal sangat besar (capital intensive). Sejumlah perusahaan pelayaran masih harus menyelesaikan beban utang yang berasal dari periode sebelumnya.

Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat utang rendah dinilai memiliki posisi lebih menguntungkan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan baru dan menangkap peluang pertumbuhan ketika permintaan armada meningkat.

Permintaan Kapal Offshore Ditopang Investasi Migas

Prospek industri pelayaran juga berkaitan erat dengan investasi perusahaan minyak dan gas.

Manajemen WINS menjelaskan, ketika perusahaan migas merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk program pengeboran, investasi tersebut ditujukan untuk menghasilkan produksi minyak dan gas dalam jangka panjang.

Hasil eksplorasi yang dilakukan saat ini baru dapat dipasarkan beberapa tahun kemudian. Karena itu, keputusan investasi pengeboran mencerminkan keyakinan perusahaan migas terhadap keberlanjutan prospek harga dan permintaan energi.

Wintermar juga menilai transisi menuju energi terbarukan masih membutuhkan waktu. Biaya teknologi energi terbarukan saat ini dinilai masih relatif tinggi dan pada sejumlah proyek masih membutuhkan dukungan kebijakan atau subsidi pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, manajemen memperkirakan energi fosil masih memiliki peran penting dalam bauran energi global dan menopang permintaan minyak serta gas setidaknya dalam sekitar satu dekade ke depan.

Aktivitas EPCI IDD ENI di Selat Makassar Masih Tertunda

Sementara di pasar domestik, Wintermar memberikan perkembangan terbaru mengenai aktivitas yang berkaitan dengan EPCI IDD ENI di Selat Makassar.

Direktur Utama Wintermar Offshore Marine, Sugiman Layanto, mengatakan aktivitas pengeboran di wilayah tersebut saat ini mengalami penurunan sementara.

Salah satu penyebabnya adalah terdapat rig yang akan menyelesaikan masa kontraknya. Rig pengganti diperkirakan baru masuk dan mulai beroperasi menjelang akhir 2026.

“Memang terjadi penundaan, namun dalam bisnis upstream keterlambatan seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi dan bukan masalah mendasar,” ujar Sugiman dalam Virtual Public Expose.

Menurut dia, aktivitas pengeboran diproyeksikan kembali meningkat mendekati akhir tahun seiring masuknya rig pengganti.

Spesifikasi Kapal Jadi Faktor Penting

Sugiman mengatakan, Selat Makassar memiliki karakteristik perairan yang membuat kebutuhan kapal pendukung operasi menjadi lebih spesifik.

Selat Makassar merupakan salah satu wilayah perairan terdalam di Indonesia. Karena itu, kapal dan perangkat operasional yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan dynamic positioning (DP) kapal.

“Selat Makassar merupakan wilayah perairan terdalam di Indonesia. Oleh karena itu, kapal dan operasi yang digunakan di wilayah tersebut sangat sensitif terhadap spesifikasi teknis, terutama untuk DP,” kata Sugiman.

Menurut dia, meskipun terjadi penundaan aktivitas, peluang peningkatan kegiatan operasional menjelang akhir tahun tetap tinggi.

“Secara realistis terdapat probabilitas yang sangat tinggi bahwa aktivitas operasional akan kembali melonjak menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Dengan kombinasi pasokan armada yang terbatas, usia kapal yang semakin tua, minimnya pembangunan kapal baru, serta potensi peningkatan investasi hulu migas, Wintermar menilai industri jasa pelayaran offshore memiliki prospek pertumbuhan yang menarik.

Bagi perusahaan dengan armada yang sesuai kebutuhan teknis dan neraca keuangan yang sehat, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan utilisasi kapal sekaligus menangkap kontrak baru ketika aktivitas pengeboran kembali meningkat.***