Proyek Drainase Ahmad Yani Dimulai, Wawali Minta Tak Ganggu Usaha Warga
Balikpapan

Proyek Drainase Ahmad Yani Dimulai, Wawali Minta Tak Ganggu Usaha Warga

  • Proyek drainase tersebut menelan anggaran Rp9,8 miliar yang bersumber dari APBD 2025
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Balikpapan Tengah merupakan salah satu koridor utama kota yang dipadati pertokoan, bengkel, dan aktivitas niaga masyarakat sehari-hari.

Di ruas jalan ini pula Pemerintah Kota Balikpapan tengah membenahi saluran drainase sepanjang 475 meter sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan padat tersebut.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meminta pelaksanaan proyek tidak mengganggu kegiatan usaha maupun lalu lintas warga.

“Pola kerja harus disesuaikan dengan kondisi sekitar. Jangan sampai ganggu usaha dan lalu lintas warga,” kata Bagus saat meninjau proyek tersebut, Minggu 20 Juli 2025.

Ia menjelaskan pengerjaan harus dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus membongkar seluruh badan jalan, agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan.

“Jangan bongkar semua dulu baru cor belakangan. Kerjakan bertahap. Bongkar satu segmen, langsung cor, supaya aktivitas usaha tetap jalan,” katanya.

BACA JUGA:

SMP 21 Balikpapan Sepi Peminat, Begini Respon Wali Kota - ibukotakini.com

Proyek drainase tersebut menelan anggaran Rp9,8 miliar yang bersumber dari APBD 2025. Lokasinya membentang di kawasan yang dikenal rawan genangan ketika hujan deras turun.

Wawali menyebut agar proyek ini tidak mengulang kesalahan pada pengerjaan drainase tahun sebelumnya yang banyak dikeluhkan warga karena memutus akses dan mengganggu operasional toko.

“Itu kawasan usaha. Kami bantu selesaikan drainase tanpa mengorbankan penghidupan mereka,” ujarnya.

Aspek keselamatan kerja juga disorot, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri seperti helm, rompi, dan sepatu bagi seluruh pekerja.

“Semua pekerja harus standar keselamatan dan kesehatan kerja. Jangan ada yang abaikan perlindungan diri,” tegasnya.

Karena proyek berada di jalur utama, Wawali juga meminta rekayasa lalu lintas diterapkan dan aktivitas truk pengangkut material dilakukan malam hari.

BACA JUGA:

Hari Pertama Sekolah, Wali Kota Balikpapan Tegaskan Pendidikan dan Seragam Gratis - ibukotakini.com

“Setelah jam sembilan malam, arus kendaraan sudah turun. Gunakan waktu itu agar tidak ganggu pengendara,” ujarnya.

Menurut laporan Dinas Pekerjaan Umum, progres fisik proyek baru mencapai 2 persen dari target 12 persen per pertengahan Juli.

Wawali menambahkan pentingnya percepatan pekerjaan agar penyelesaian tidak molor dari kontrak yang berakhir Desember 2025.

“Kalau bisa Oktober rampung. Jangan tunggu sampai akhir tahun,” kata Bagus.

Ia juga meminta percepatan pemindahan tiang listrik dan kabel optik yang masih berada di dalam jalur drainase. Pihak pelaksana diminta segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Harus jelas kapan (listrik dan kabel optik) dibongkar dan dipindah. Jangan saling tunggu. Semua harus kompak. Jangan kerja sendiri-sendiri,” tutupnya. (Adv)