
Proyek Gas Raksasa ENI di Lepas Pantai Kaltim Masuk Tahap Konstruksi
- Target Produksi 2028
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Pengembangan proyek gas raksasa North Hub Development Project di lepas pantai Kalimantan Timur memasuki fase penting.
Pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari, fasilitas utama pengolahan gas dari Lapangan Geng North dan Gehem di Cekungan Kutai, resmi dimulai melalui seremoni first steel cut atau pemotongan baja pertama di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pekan lalu.
Bagi Kalimantan Timur, proyek ini menjadi salah satu investasi energi terbesar yang akan menopang produksi gas nasional. North Hub berada di lepas pantai Kaltim dan akan menjadi pusat pengolahan gas dari 16 sumur bawah laut sebelum dialirkan ke Terminal Santan melalui pipa ekspor berdiameter 32 inci.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$11,8 miliar, dengan sekitar US$2,9 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari.
BACA JUGA:
Bahlil Umumkan Harta Karun di Kaltim, Temuan Gas Jumbo ENI - ibukotakini.com
"Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti bahwa iklim investasi Indonesia masih dipercaya dunia internasional. Industri fabrikasi nasional juga mampu mengerjakan proyek berteknologi tinggi berskala besar," ujar Djoko Siswanto dalam pernyataan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Jadi Proyek Strategis Nasional Hulu Migas
North Hub Development Project merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor hulu migas yang mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Gehem di Cekungan Kutai, salah satu wilayah migas paling produktif di Indonesia.
Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV 2028 dengan kapasitas mencapai 1.000 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan sekitar 80.000 barel kondensat per hari (BCPD).
Menurut Djoko, produksi North Hub akan menjadi salah satu tulang punggung pencapaian target pemerintah meningkatkan produksi migas nasional menjadi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030.
BACA JUGA:
"Kami berharap North Hub menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional yang telah ditetapkan pemerintah," katanya.
Gas dari 16 Sumur Akan Diproses di FPSO
Dalam skema pengembangannya, sebanyak 16 sumur produksi akan dihubungkan menggunakan sistem produksi bawah laut menuju FPSO Bahtera Haluan Lestari.
Di fasilitas terapung tersebut, gas akan diproses sebelum dikirim ke Terminal Santan, Kalimantan Timur, melalui jaringan pipa ekspor sepanjang jalur lepas pantai.
Tahap konstruksi FPSO menjadi tonggak penting setelah proyek melewati sejumlah tahapan, mulai dari penemuan gas di sumur eksplorasi Geng North-1, persetujuan Plan of Development (POD) pada Agustus 2024, penyelesaian Front-End Engineering Design (FEED) pada Januari 2025, hingga Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026.
ENI Bidik Produksi Perdana Akhir 2028
Direktur Eni North Ganal Ltd, Mirko Araldi, mengatakan dimulainya fabrikasi FPSO menandai dimulainya tahap konstruksi penuh proyek North Hub.
Ia menegaskan ENI berkomitmen memenuhi target first gas pada akhir 2028, kurang dari tiga tahun setelah keputusan investasi final.
BACA JUGA:
Investasi Migas Lepas Pantai Meningkat, WINS Borong Armada Baru - ibukotakini.com
"Target kami adalah produksi perdana pada 2028. Hal ini mencerminkan komitmen kuat, kolaborasi, dan keunggulan eksekusi seluruh pihak yang terlibat," ujar Mirko.
Buka Lebih dari 8.000 Lapangan Kerja
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek North Hub diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar.
SKK Migas mencatat proyek ini berpotensi membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja selama tahap pengembangan dan konstruksi, sekaligus meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai nasional.
Pemerintah juga menilai pengembangan lapangan gas di Cekungan Kutai akan memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat industri migas nasional sekaligus mendukung pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi. ***
