Proyek Manpatu PHM Masuk Tahap Kunci, Target Onstream 2027
Ekbis

Proyek Manpatu PHM Masuk Tahap Kunci, Target Onstream 2027

  • Proyek Manpatu PHM masuk tahap load out jacket
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Proyek pengembangan migas Manpatu milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memasuki fase krusial.

Perusahaan resmi menyelesaikan proses load out jacket sebagai bagian penting menuju target produksi gas dan minyak nasional.

Tahapan tersebut dilaksanakan di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. 

Proses ini menjadi kelanjutan dari first cut of steel yang dimulai sejak Mei 2025, sekaligus menandai percepatan proyek menuju fase instalasi di lepas pantai.

Proyek Manpatu sendiri berada di wilayah offshore South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, dengan kedalaman laut mencapai 50–60 meter. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 80 MMSCFD untuk gas dan kondensat.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/phm-onstream-platform-wps-5-tambah-45-mmscfd-gas

Secara teknis, proyek ini mencakup pembangunan satu anjungan baru berupa jacket dan topside dengan total bobot lebih dari 2.400 ton, modifikasi anjungan eksisting, hingga pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer berdiameter 14 inci. Selain itu, akan dilakukan pengeboran sebanyak 11 sumur pengembangan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung target produksi migas nasional. Perusahaan terus mendorong inovasi teknologi dan praktik terbaik industri untuk memastikan operasi berjalan optimal.

“Komitmen kami adalah mendukung peningkatan produksi melalui investasi berkelanjutan dan penerapan teknologi yang terintegrasi,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi produksi, proyek ini juga mencatat pencapaian strategis dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

PHM untuk pertama kalinya menggunakan pipa lokal jenis Electric Resistance Welding (ERW) secara menyeluruh di wilayah Mahakam, mencakup sistem subsea hingga riser.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/optimalkan-sumur-hppo-phm-tambah-produksi-minyak-2-000-bph

Dari aspek keselamatan, proyek ini menunjukkan kinerja positif dengan mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa Lost Time Incident (LTI) hingga Maret 2026. Total jam kerja diproyeksikan mencapai tiga juta jam hingga proyek rampung.

Proyek Manpatu tergolong sebagai proyek fast track sejak ditemukannya cadangan gas pada sumur eksplorasi Manpatu-1x pada kuartal I 2022.

Kecepatan pengembangan menjadi kunci di tengah tantangan penurunan produksi dari sumur-sumur tua.

Tahapan selanjutnya adalah sail away jacket yang akan diikuti dengan load out dan sail away topside pada pertengahan April 2026. 

Instalasi penuh dijadwalkan berlangsung April–Mei 2026, dengan target seluruh platform terpasang pada awal kuartal III 2026.

Adapun target onstream atau mulai produksi ditetapkan pada kuartal I 2027.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHM beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas dan terus mendorong efisiensi serta keberlanjutan produksi energi nasional.

Proyek ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia, khususnya dari wilayah Kalimantan Timur. ***