
Proyeksi Harga Emas Pekan Ini, Analis Bidik Level USD4.700 per Troy Ons
- Sentuh Level Tertinggi dalam Tiga Bulan
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Harga emas dunia diproyeksikan melanjutkan penguatan pada pekan ini setelah mencatat kenaikan selama tiga pekan berturut-turut. Mayoritas analis memperkirakan emas berpeluang menembus level USD4.700 per troy ons.
Harga emas dunia memasuki perdagangan pekan ini dengan sentimen positif. Setelah ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, mayoritas analis memproyeksikan harga emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan dan menguji level USD4.700 per troy ons.
Pada perdagangan Jumat (21/8/2026), harga emas spot ditutup menguat 1,86 persen ke USD4.602,99 per troy ons. Dalam perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menyentuh USD4.632,14 per troy ons, level tertinggi sejak 15 Mei 2026.
Secara mingguan, harga emas melonjak 5,17 persen. Kenaikan tersebut menjadi penguatan mingguan ketiga secara beruntun dan didukung lonjakan harian terbesar sejak awal Februari yang terjadi pada Rabu (19/8/2026).
Harga Emas Tembus MA-200, Target USD4.700 Jadi Sorotan
Dari sisi teknikal, pergerakan harga emas juga menunjukkan sinyal positif. Emas berhasil menembus rata-rata pergerakan 200 hari atau moving average 200 hari (MA-200) di sekitar USD4.513 per troy ons.
Level tersebut menjadi salah satu indikator penting yang digunakan analis untuk melihat perubahan arah tren harga.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai momentum teknikal dan pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang menopang kenaikan emas.
“Faktor besarnya tentu saja teknikal. Langkah berikutnya adalah USD4.700 jika momentum ini berlanjut, tetapi saya juga melihat penguatan ini sangat didorong oleh pelemahan dolar AS,” kata Melek dikutip dari IDX Channel.
Dengan harga emas yang masih bergerak di atas MA-200, level USD4.700 per troy ons kini menjadi target psikologis berikutnya yang dipantau pasar.
Survei Kitco: 73 Persen Analis Prediksi Harga Emas Naik
Optimisme terhadap harga emas juga tercermin dalam survei mingguan Kitco News.
Dari 11 analis Wall Street yang berpartisipasi, sebanyak delapan analis atau 73 persen memperkirakan harga emas kembali naik pada pekan ini. Sementara tiga analis atau 27 persen memprediksi harga emas bergerak konsolidasi.
Tidak ada satu pun analis yang memperkirakan harga emas akan mengalami penurunan.
Sentimen positif juga terlihat di kalangan investor ritel. Dari 211 responden dalam jajak pendapat Kitco, sebanyak 164 orang atau 78 persen memproyeksikan harga emas naik.
Sebanyak 25 responden atau 12 persen memperkirakan harga emas turun. Sementara 22 responden atau 10 persen memprediksi harga bergerak sideways.
Data Ekonomi AS Jadi Penentu Harga Emas Pekan Ini
Meski prospek harga emas masih bullish, pergerakan logam mulia pada pekan ini akan dipengaruhi sejumlah agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Pasar akan mencermati data kepercayaan konsumen, penjualan rumah, inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga kondisi pasar tenaga kerja AS.
Pada Selasa (25/8/2026), investor akan menunggu rilis Consumer Confidence Index dari Conference Board serta data penjualan rumah baru periode Juli.
Agenda ekonomi semakin padat pada Rabu (26/8/2026). Pasar dijadwalkan mencermati rilis Core PCE Price Index, estimasi kedua pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026, serta Durable Goods Orders.
Kemudian pada Kamis (27/8/2026), perhatian investor akan tertuju pada data klaim pengangguran mingguan AS sebagai indikator terbaru kondisi pasar tenaga kerja.
Puncak perhatian pasar diperkirakan terjadi pada Jumat (28/8/2026), saat Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyampaikan pidato di simposium Jackson Hole.
Pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS dan kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga The Fed.
Perubahan ekspektasi suku bunga berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury. Kedua faktor tersebut selama ini memiliki pengaruh besar terhadap harga emas.
Pada hari yang sama, pasar juga akan mencermati rilis awal revisi tahunan data nonfarm payrolls serta data final Consumer Sentiment University of Michigan untuk Agustus.
Pelemahan Dolar AS Jadi Katalis Kenaikan Emas
Sejumlah analis menilai pelemahan dolar AS menjadi salah satu katalis utama penguatan harga emas.
Indeks dolar AS bertahan di dekat level terendah sejak pertengahan Mei. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas bagi investor karena harga logam mulia menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Kepala Strategi Mata Uang investingLive, Adam Button, memperkirakan peluang kenaikan harga emas masih terbuka. Menurut dia, dukungan terhadap kebijakan dolar kuat AS mulai melemah, sementara kebijakan pemerintah AS terkait pasar obligasi Treasury turut menjadi perhatian investor.
Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, juga menilai persoalan fundamental di pasar obligasi AS masih akan menjadi faktor yang diperhatikan investor.
Pandangan serupa disampaikan Presiden sekaligus COO Asset Strategies International, Rich Checkan. Menurut dia, pasar kini tidak hanya fokus pada geopolitik dan kebijakan suku bunga, tetapi juga langkah pemerintah AS meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang.
Dengan kombinasi sentimen teknikal yang positif, pelemahan dolar AS, serta tingginya ekspektasi investor terhadap arah kebijakan The Fed, harga emas masih berpeluang melanjutkan reli. ***
