Direktur Utama PTMB, Yudi Saharudin mengatakan PTMB Balikpapan Target Tambah 12.000 Sambungan Air
Balikpapan

PTMB Balikpapan Target Tambah 12.000 Sambungan Air

  • Hingga akhir 2025, PTMB mencatat jumlah pelanggan sekitar 119.000 sambungan rumah dengan cakupan layanan mencapai 79 persen
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memasuki fase akselerasi layanan pada 2026. 

Perusahaan air minum milik daerah ini menargetkan penambahan 12.000 sambungan rumah (SR) baru untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan.

Direktur Utama PTMB, Yudi Saharudin, mengatakan tahun 2026 menjadi momentum peningkatan efisiensi distribusi sekaligus optimalisasi produksi air untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Fokus utama kami di 2026 adalah akselerasi dan efisiensi. Kami akan menambah sambungan di wilayah yang debit airnya sudah mencukupi, sehingga distribusinya tetap efektif dan minim kebocoran,” terang Yudi, dalam Konferensi Pers Pemaparan Program PTMB pada Selasa (3/3/2026).

Yudi menjelaskan, sepanjang 2025 PTMB tidak agresif menambah pelanggan baru. Perusahaan lebih memprioritaskan pembenahan infrastruktur distribusi, terutama perbaikan pipa induk yang memiliki tingkat kebocoran tinggi.

“Perbaikan dilakukan di sejumlah titik krusial, antara lain kawasan Grand City dan Agung Tunggal, jalur MT Haryono hingga Transat, serta wilayah Kilometer 11,” tuturnya.

BACA JUGA:

Ramadan 2026, Konsumsi Air Balikpapan Naik 20 Persen - ibukotakini.com

Langkah tersebut berdampak pada peningkatan produksi air. Sepanjang 2025, total produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik, naik sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga akhir 2025, PTMB mencatat jumlah pelanggan sekitar 119.000 sambungan rumah dengan cakupan layanan mencapai 79 persen. Berdasarkan laporan keuangan sementara (unaudited), kondisi perusahaan juga dinilai sehat.

Selain itu, PTMB tetap memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

“Untuk mendukung ekspansi layanan, perusahaan juga memperoleh tambahan sumber air baku dari revitalisasi sumur serta dukungan pemerintah provinsi,” sebut Yudhi.

Yudi menegaskan seluruh investasi pengembangan infrastruktur dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Perencanaan keuangan perusahaan bahkan telah disusun hingga 2029 guna memastikan keberlanjutan operasional dan pengembangan layanan.

“Air adalah kebutuhan dasar. Ketika distribusi berjalan baik, bukan hanya produksi yang meningkat, tetapi kepercayaan masyarakat juga tumbuh. Di situlah nilai pelayanan publik yang sesungguhnya,” tambah Yudi. ***