
Pulang dari Gontor, Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren
- Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
Politik
IBUKOTAKINI.COM – Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Pembentukan lembaga baru ini diumumkan hanya beberapa hari setelah Prabowo menghadiri peringatan 1 Abad Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kabar tersebut seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
“Alhamdulillah Bapak Presiden baru saja mengeluarkan SK tentang keberadaan satu direktorat baru di bawah Kementerian Agama untuk mewadahi secara khusus penduduk pesantren yang dikenal dengan Dirjen Pesantren,” ujar Nasaruddin.
Nasaruddin mengatakan, sebelumnya urusan pesantren berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kini, pesantren memiliki direktorat jenderal tersendiri di lingkungan Kemenag.
BACA JUGA:
Prabowo Hadiri 1 Abad Gontor, Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA - ibukotakini.com
“Jadi ini suatu lembaga baru di Kementerian Agama. Tadinya pesantren itu hanya subordinasi dari pendidikan Islam, sekarang menjadi direktorat tersendiri,” kata Nasaruddin.
Pulang dari Gontor, Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren
Pembentukan Ditjen Pesantren menjadi sorotan karena pengumumannya disampaikan empat hari setelah Prabowo menghadiri resepsi kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap nilai-nilai pendidikan yang diterapkan Gontor.
Meski demikian, secara kronologi regulasi, pembentukan Ditjen Pesantren bukan keputusan yang baru dibuat setelah kunjungan Prabowo ke Gontor.
BACA JUGA:
Muktamar NU ke-35: Prabowo Singgung Angka 8 hingga Minta Kartu Anggota NU - ibukotakini.com
Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama telah ditetapkan pada 27 Maret 2026.
Reaksi Warganet
Sejumlah pengguna media sosial Threads mencurigai pembentukan lembaga baru itu sebagai upaya mengontrol pondok pesantrean.
Seperti diungkap pemilik akin @ncusci***, misalnya, menulis komentar yang mempertanyakan arah pengawasan pemerintah terhadap pesantren.
“Mengawasi pesantren yg mulai frontal ke pemerintah. Dia emang ga suka di kritik dan gak suka orang pinter yg bicara.”
Komentar lebih keras disampaikan akun @nurul.ag*** yang mengaitkan langsung pembentukan lembaga tersebut dengan kunjungan Prabowo ke Gontor.
“Bener kaaaan. Pulang dari Gontor si Wowo tantrum. Trus bikin aturan baru biar ponpes tunduk sama dia. Busuk, Prabowo busuk!!!!”
Sementara itu @akhsani***_ menyoroti independensi pendidikan Gontor dan menyatakan keyakinannya bahwa sistem pendidikan di pesantren tersebut tidak mudah berubah karena kebijakan pemerintah.
“Sorry banget nih Pak Menteri.. mau Ustad Hasan mau siapapun pimpinan Gontor nanti tetep gak akan mau diatur pemerintah yang sistem dan kebijakannya berubah sesuka hati.. Bisa ditanya alumni dari tahun berapapun, kurikulum pembelajaran dan pendidikan kita sama sekali gak berubah, isi buku gak berubah, materi pendidikan dari kegiatan2 gak berubah dan prinsip ‘Agama’ yg di mana semua pandangan ditampung disana juga gak berubah. Kalo soal qunut aja masih di masalahin, mending gak usah 🙏☺️”
Ada pula pengguna Threads yang berharap Ditjen Pesantren nantinya menangani persoalan tata kelola dan perlindungan santri.
“Gw sih berharap, dirjen pesantren ini ngurusin pesantren yang gapunya izin, pesantren sesat, perundungan, dan kiai pelaku pencabulan juga ya. Yang pasti jangan ampe nyenggol gontor deh, alumninya buanyak dr semua kalangan, abis nanti lu wok😂” tulis @sachirot***.
Sedangkan @dewaaphrod*** menyampaikan komentar yang mengaitkan pembentukan Ditjen Pesantren dengan kritik terhadap pemerintah.
“ciri NPD nya keliatan. dendam karena ada orang pesantren yang gak menjilat dia. malah mengoreksi. pesantren mau dikendalikan. sealian aja dirjennya dari militer. eks tim mawar !”
Komentar-komentar tersebut merupakan pendapat pribadi pengguna Threads dan tidak disertai bukti dalam unggahan yang menunjukkan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren bertujuan mengendalikan Gontor atau pesantren tertentu.
Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
Empat hari sebelum Prabowo menghadiri peringatan satu abad Gontor, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal Pesantren.
Pelantikan Basnang dilakukan pada Selasa (15/9/2026). Ia menjadi pejabat pertama yang memimpin direktorat jenderal baru tersebut.
Nasaruddin mengatakan keberadaan Ditjen Pesantren diharapkan membuat pondok pesantren memperoleh perhatian pemerintah secara lebih khusus.
“Jadi kita berterima kasih kepada Presiden atas keputusannya yang luar biasa ini. Dengan demikian pondok pesantren akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan selanjutnya insyaAllah diharapkan ke depan pondok pesantren itu mendapatkan tentu hal-hal yang positif baru dibanding dengan sebelumnya,” kata Nasaruddin.
Pembentukan Ditjen Pesantren menjadi perubahan kelembagaan penting di Kemenag. Urusan pesantren yang sebelumnya menjadi bagian dari Ditjen Pendidikan Islam kini memiliki struktur tersendiri.
Pemerintah berharap struktur baru tersebut dapat memperkuat pengelolaan, pengembangan, dan perhatian terhadap pondok pesantren di Indonesia.***
