Pengguna QRIS di Kaltim Capai 948,3 Ribu, Merchant Tumbuh 910 Ribu
Ekbis

QRIS Siap Dipakai di 8 Negara, Termasuk China dan Saudi

  • Hingga akhir 2025, jumlah pengguna mencapai 60 juta, dengan 45 juta di antaranya berasal dari pelaku UMKM
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Bank Indonesia (BI) memastikan perluasan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara terus berlanjut. Pada 2026, QRIS ditargetkan bisa digunakan di delapan negara lintas kawasan, dari Asia hingga Timur Tengah.

Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan, ekspansi QRIS tak lagi terbatas di Asia Tenggara dan Jepang. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, layanan transaksi digital ini akan merambah China, Korea Selatan, India, serta Arab Saudi.

“QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, berlanjut ke China, Korea, India, dan juga Arab Saudi,” terang Perry saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

BACA JUGA:

Bank Indonesia Optimistis Ekonomi 2026 Tumbuh di Atas 5% - ibukotakini.com

BI mencatat, implementasi QRIS lintas negara dimulai di Thailand pada 2022, disusul Malaysia dan Singapura pada 2023, serta Jepang pada 2025. Untuk China dan Korea Selatan, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menargetkan implementasi pada kuartal I-2026.

Sementara itu, ekspansi ke India dan Arab Saudi masih dalam tahap persiapan. BI telah menunjuk PT Jalin Pembayaran Nusantara untuk menyiapkan QRIS cross border ke dua negara tersebut sejak akhir 2025.

Di dalam negeri, adopsi QRIS terus melonjak. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna mencapai 60 juta, dengan 45 juta di antaranya berasal dari pelaku UMKM. Nilai transaksi QRIS tumbuh 139,99% secara tahunan menjadi Rp 1.486,8 triliun. BI menargetkan nilai transaksi QRIS menembus Rp 3.110,6 triliun pada 2026 dan Rp 5.674,3 triliun pada 2027. ***