Pemprov Kaltim segera mengoperasikan radar terintegrasi AIS untuk mengawasi kapal di perairan Kalimantan Timur.
Kabar Ibu Kota

Radar AIS Segera Dipasang di Kaltim, Deteksi Kapal Ilegal

  • Dorong Sektor Perikanan dan Pariwisata
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) segera memperkuat sistem pengawasan wilayah laut dengan memanfaatkan teknologi Radar yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS). 

Teknologi ini diharapkan mampu mengawasi lalu lintas kapal secara real time sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pesisir, perikanan, hingga destinasi wisata bahari di Kaltim.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengatakan, perangkat radar tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang saat ini sedang diproses agar segera dapat dioperasikan.

"Pemprov Kaltim mendapat bantuan berupa radar. Ini penting untuk mengontrol kapal-kapal yang masuk ke perairan laut kita, seperti di Berau ini," kata Rudy Mas'ud dalam pernyataan resmi dikutip, Jumat (31/7/2026).

BACA JUGA:

Harga Ikan di Pasar Klandasan Naik Rp10 Ribu Perkilogram - ibukotakini.com

Menurut Rudy, selama ini pengawasan lalu lintas kapal di wilayah perairan Kaltim masih menghadapi berbagai kendala. 

Tidak sedikit kapal yang melintas tanpa diketahui identitas maupun tujuan pelayarannya karena tidak melaporkan Surat Izin Berlayar (SIB) kepada otoritas terkait, seperti KSOP maupun KKOP.

Akibatnya, pemerintah kesulitan melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal yang keluar masuk perairan Kalimantan Timur.

Dengan hadirnya radar yang terintegrasi AIS, pemerintah dapat melacak pergerakan kapal secara otomatis. Sistem tersebut mampu menampilkan berbagai informasi penting, mulai dari identitas kapal, posisi, kecepatan, hingga arah pelayaran secara waktu nyata kepada stasiun pantai maupun kapal lain.

BACA JUGA:

Dinas Perikanan Kutai Barat Salurkan 12 Chest Freezer untuk Poklahsar - ibukotakini.com

"Jadi, nanti kita mudah mengetahui kapal-kapal apa saja yang masuk, di mana berada, dan berapa kecepatannya. Semua akan terkontrol," ujarnya.

Pengamanan Laut Kaltim Diperkuat

Rudy menegaskan, pemanfaatan radar AIS bukan hanya untuk memantau lalu lintas pelayaran, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga keamanan wilayah laut Kalimantan Timur.

Menurutnya, Kaltim memiliki garis pantai yang panjang dengan kawasan laut yang terbuka dan berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional. Kondisi tersebut membuat sistem pengawasan modern menjadi kebutuhan mendesak.

Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang dinilai paling strategis. Selain memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar, wilayah ini juga memiliki kawasan wisata bahari unggulan serta pulau-pulau kecil terluar yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.

BACA JUGA:

Gelar TTG XII Kaltim 2026 Resmi Dibuka di Kutai Barat - ibukotakini.com

Dengan teknologi radar dan AIS, pemerintah berharap pengamanan kawasan laut semakin optimal sekaligus mencegah aktivitas pelayaran ilegal yang berpotensi merugikan daerah.

Dorong Perikanan dan Pariwisata

Selain memperkuat keamanan laut, keberadaan radar AIS juga diharapkan mendukung peningkatan sektor ekonomi berbasis kelautan.

Pemprov Kaltim menilai sistem pemantauan yang lebih baik akan membantu pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pengembangan pariwisata bahari.

"Peralatan ini hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan saya sudah meminta bantuan Bea Cukai agar segera mengeluarkannya sehingga bisa segera dimanfaatkan," kata Rudy.

Dengan percepatan operasional radar tersebut, Pemprov Kaltim optimistis pengawasan perairan akan semakin efektif, sekaligus memperkuat perlindungan sumber daya kelautan dan mendukung pertumbuhan ekonomi maritim di Kalimantan Timur.***