
Rahmad Mas’ud Jamin BPJS Tetap Aktif bagi Warga Miskin
- Pembaruan data PBI merupakan langkah penertiban agar bantuan benar-benar tepat sasaran
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Isu evaluasi data Penerima Bantuan Iuran (PBI) sempat menimbulkan kegelisahan di tengah warga Balikpapan.
Bagi keluarga kurang mampu, kepesertaan BPJS Kesehatan bukan hanya urusan administrasi, melainkan jaminan agar tetap bisa berobat tanpa terbebani biaya layanan kesehatan.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa layanan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu tetap menjadi prioritas pemerintah kota.
“Tidak perlu khawatir. Prinsipnya, jangan sampai ada warga Balikpapan yang tidak bisa berobat hanya karena persoalan biaya,” ungkap Rahmad Mas’ud, pada Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, pembaruan data PBI merupakan langkah penertiban agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada data ganda maupun penerima bantuan yang secara ekonomi sebenarnya sudah mampu.
“Data harus real, benar, dan akurat. Jangan sampai ada yang dobel atau yang sebenarnya sudah mampu justru menerima bantuan. Kita ingin yang menerima ini benar-benar masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
BACA JUGA:
PBI BPJS Dievaluasi, Ribuan Peserta Tiba-Tiba Nonaktif - ibukotakini.com
Rahmad menyebut, evaluasi tersebut bukan berarti penghentian layanan kesehatan. Penyesuaian dilakukan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.
Warga yang memenuhi kriteria kurang mampu tetap dapat difasilitasi melalui skema BPJS Kesehatan kelas III sesuai ketentuan yang berlaku di Balikpapan.
“Kalau memang memenuhi syarat dan membutuhkan, bisa difasilitasi melalui mekanisme yang ada. Layanan kesehatan tetap berjalan,” katanya.
Dengan demikian, perubahan status PBI dari pusat tidak serta-merta membuat warga kehilangan akses layanan kesehatan.
Rahmad Mas’ud menegaskan, sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Kota Balikpapan, terlebih di tengah perannya sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara dan pusat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
BACA JUGA:
PBI JKN Dinonaktifkan, BPJS Buka Opsi Reaktivasi - ibukotakini.com
Selain peningkatan fasilitas dan tenaga medis, jaminan pembiayaan kesehatan dinilai sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.
“Anggaran yang kita kelola harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu komitmen kami,” ucapnya.
Pemerintah kota juga mengimbau masyarakat aktif memperbarui data kependudukan dan kondisi sosial ekonomi agar program bantuan dapat tepat sasaran.
Dengan komitmen tersebut, Pemkot Balikpapan berharap warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. ***
