Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan petugas secara rutin melakukan patroli di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik ditemukannya warga terlantar
Balikpapan

Ramadan, Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Warga Terlantar

  • Jumlah warga terlantar yang ditemukan selama Ramadan tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan memperketat pemantauan terhadap warga terlantar dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) selama bulan Ramadan.

Pengawasan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, terutama antara Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan petugas secara rutin melakukan patroli di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik ditemukannya warga terlantar. 

Beberapa lokasi tersebut antara lain kawasan fasilitas umum, rumah sakit, terminal, hingga ruang terbuka publik.

“Jika petugas menemukan warga dalam kondisi terlantar, biasanya Satpol PP akan melakukan penanganan awal di lapangan. Selanjutnya Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut,” kata Edy pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Edy menjelaskan setelah dilakukan pendataan, warga tersebut biasanya ditampung sementara di tempat penanganan milik pemerintah. 

Di lokasi menurutnya, petugas melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi kesehatan, latar belakang, hingga daerah asal mereka.

BACA JUGA:

Wali Kota Balikpapan Minta Warga Tak Panic Buying BBM - ibukotakini.com

Apabila diketahui berasal dari luar daerah, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk memfasilitasi proses pemulangan.

“Sebagian besar yang kami temukan memang dari luar daerah. Setelah pendataan dan koordinasi, kalau memungkinkan kami bantu proses pemulangan ke daerah asal,” ujarnya.

Edy menyebut, Balikpapan yang dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi di Kalimantan Timur sekaligus kota penyangga Ibu Kota Nusantara menjadi tujuan banyak pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Balikpapan ini seperti miniatur Nusantara. Warga yang kami temui ada dari Jawa, Sulawesi, NTT, sampai daerah lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan meski mobilitas masyarakat cukup tinggi, Dinas Sosial mencatat jumlah warga terlantar yang ditemukan selama Ramadan tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:

Pemkot Balikpapan Siapkan Revitalisasi Pasar Inpres - ibukotakini.com

“Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah meningkatnya intensitas pemantauan petugas di lapangan,” imbuh Edi.

Selain patroli rutin, pemerintah kota juga mengoperasikan posko pemantauan yang berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat.  

Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap setiap laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Kalau masyarakat melihat ada warga yang butuh pertolongan atau terlantar, kami berharap bisa segera melapor supaya cepat ditangani,” katanya. (Adv Diskominfo Balikpapan)