
Ramai Dibahas Netizen, Begini Kinerja PT Krakatau Posco pada Kuartal I-2026
- Saldo Kas Turun Tajam
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Perusahaan patungan BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Posco asal Korea, PT Krakatau Posco sedang jadi sorotan. Perusahaan itu mengangkat asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda menjadi komisaris.
Lalu bagaimana kinerja PT Krakatau Posco selama tahun berjalan? Kinerja kas PT Krakatau Posco masih berada di bawah tekanan pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan arus kas per 31 Maret 2026, perusahaan mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi negatif sebesar US$153,35 juta, berbanding terbalik dengan posisi positif US$45,84 juta pada akhir 2025.
Tekanan pada arus kas operasional tersebut terjadi seiring perusahaan membukukan rugi periode berjalan sebesar US$17,39 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.
Pada tahun buku 2025, Krakatau Posco membukukan rugi sebesar US$38,84 juta, sementara pada 2024 kerugiannya mencapai US$124,45 juta.
Meski masih merugi, perusahaan tetap mencatat beban non-kas yang cukup besar berupa penyusutan aset tetap sebesar US$51,06 juta dan penyusutan aset hak guna sebesar US$4,77 juta sepanjang kuartal I-2026.
Dari sisi modal kerja, arus kas operasional juga tertekan oleh kenaikan piutang usaha dan penurunan kewajiban kepada pemasok. Piutang usaha tercatat meningkat sebesar US$44,57 juta, sementara utang usaha turun hingga US$110,55 juta, yang berdampak signifikan terhadap likuiditas operasional perusahaan.
Belanja Modal Krakatau Posco Masih Berlanjut
Pada aktivitas investasi, Krakatau Posco membukukan arus kas keluar bersih sebesar US$7,27 juta pada kuartal I-2026.
Pengeluaran tersebut terutama berasal dari pembelian aset tetap sebesar US$6,49 juta serta pembayaran aset dalam konstruksi senilai sekitar US$522 ribu.
Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran investasi sepanjang 2025 yang mencapai US$20,88 juta, menunjukkan perusahaan mulai menahan laju belanja modal di tengah kondisi pasar baja yang masih menantang.
Di tengah tekanan operasional, aktivitas pendanaan menjadi penopang utama likuiditas Krakatau Posco.
Perusahaan memperoleh pinjaman jangka pendek baru sebesar US$354,74 juta selama kuartal I-2026. Namun demikian, perusahaan juga melakukan pembayaran pinjaman jangka pendek sebesar US$208,16 juta dan pembayaran kewajiban sewa sebesar US$14,43 juta.
Secara keseluruhan, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih positif sebesar US$142,20 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.
Saldo Kas Turun Tajam
Meski memperoleh tambahan pendanaan, posisi kas dan setara kas Krakatau Posco tetap mengalami penurunan signifikan.
Saldo kas dan setara kas perusahaan pada akhir Maret 2026 tercatat hanya sebesar US$2,13 juta, turun drastis dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai US$20,57 juta.
Penurunan tersebut mencerminkan masih besarnya kebutuhan modal kerja perusahaan di tengah kondisi industri baja global yang belum sepenuhnya pulih.***
